PBSA Pangkas Rencana Capex Jadi Rp17,5 Miliar Tahun Ini

Kontraktor industri, PT Paramita Bangun Sarana Tbk., memangkas anggaran capex Rp85 miliar menjadi Rp17,5 miliar pada 2017.
Yodie Hardiyan | 12 Juni 2017 15:54 WIB
Karyawan memerhatikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Senin (29/5). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Kontraktor industri, PT Paramita Bangun Sarana Tbk., memangkas anggaran capex Rp85 miliar menjadi Rp17,5 miliar pada 2017.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Paramita Bangun Sarana Vincentius Susanto mengatakan perusahaan awalnya berencana menganggarkan capex tersebut untuk pembelian mesin dan peralatan. Namun, rencana itu tidak jadi direalisasikan oleh perusahaan. "Dengan melihat situasi sekarang, kami hanya anggarkan capex Rp17,5 miliar tahun ini," katanya dalam paparan publik, Senin (12/6/2017).

Menurutnya, anggaran capex Rp17,5 miliar itu akan digunakan oleh perusahaan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi. Sumber dana itu berasal dari hasil penawaran umum saham perdana (IPO) yang diperoleh emiten berkode saham PBSA itu pada September 2016.

Dengan penurunan anggaran capex itu, ujar Vincentius, maka rencana penggunaan dana hasil IPO berubah. Semula, 25% dana hasil IPO akan digunakan untuk pembelian mesin dan alat berat. Dengan perubahan itu, dana hasil IPO yang digunakan untuk belanja modal hanya sebesar 5%.

Sebagian besar dana hasil IPO senilai Rp340 miliar itu akan digunakan untuk keperluan modal kerja dengan porsi 60% atau meningkat dibandingkan dengan 40% porsi sebelumnya. Vincentius mengatakan dana hasil IPO lainnya akan digunakan untuk pengembangan usaha.

Perubahan penggunaan dana IPO itu merupakan salah satu agenda RUPS Tahunan yang diselenggarakan oleh perusahaan di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Senin (12/6/2017).

Tag : Paramita Bangun Sarana
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top