Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BURSA CHINA 6 FEBRUARI: Volume Perdagangan Masih Rendah, Indeks Shanghai Composite Menguat

ursa saham China ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/2/2017) dengan volume yang rendah karena investor berhati-hati atas pengetatan kebijakan bank sentral setelah secara mengejutkan menaikkan suku bunga jangka pendek pekan lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Februari 2017  |  15:31 WIB
BURSA CHINA 6 FEBRUARI: Volume Perdagangan Masih Rendah, Indeks Shanghai Composite Menguat
Bursa China (reuters)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/2/2017) dengan volume yang rendah karena investor berhati-hati atas pengetatan kebijakan bank sentral setelah secara mengejutkan menaikkan suku bunga jangka pendek pekan lalu.

Indeks Shanghai Composite ditutup mmmenguat 0,54% atau 16,81 poin ke posisi 3.156,88, sedangkan indeks CSI 300 ditutup menguat 0,26% atau 8,72 poin ke level 3.373,21.

Bank sentral China mengejutkan pasar finansial pada hari Jumat dengan menaikkan suku bunga jangka pendek pada hari pertama perdagangan setelah liburan Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, pasar juga sedikit bereaksi terhadap survei swasta yang menunjukkan sektor jasa China melanjutkan pertumbuhan yang kuat pada Januari karena perusahaan melaporkan kenaikan dalam jumlah pesanan.

Seperti dilansir Reuters, sektor pertanian menguat setelah otoritas negara tirai bambu ini menyatakan akan meningkatkan reformasi pertanian.

Sementara itu, Indeks start-up ChiNext ditutup menguat 1,26% ke level tertinggi tiga pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china shanghai composite index
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top