Akhirnya, Garuda (GIAA) Disuntik Modal Pemerintah Rp8,4 Miliar

Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. akhirnya mendapatkan suntikan modal Rp8,4 miliar dari pemerintah.
Sukirno | 02 Desember 2016 16:27 WIB
Garuda Indonesia - wikimedia

Bisnis.com, JAKARTA--Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. akhirnya mendapatkan suntikan modal Rp8,4 miliar dari pemerintah.

Dalam pengumuman resmi direksi Garuda di PT Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/12/2016), disebutkan pemerintah melakukan penyertaan modal negara (PMN) tanpa hak memesan efek terlebih dahulu alias private placement.

Penyertaan modal itu telah mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 Desember 2014. Kemudian, baru pada masa Presiden Joko Widodo dituangka dalam peraturan pemerintah nomor 36 tahun 2016 tentang PNM ke dalam modal saham Garuda.

"Jumlah saham yang akan dicatatkan adalah 17.649.621 lembar dengan harga pelaksanaan Rp476," tulis manajemen emiten berkode saham GIAA tersebut.

Adapun, jadwal pelaksanaan PMNTHMETD perseroan yakni tanggal penerbitan atau distribusi saham baru pada 8 Desember, pencatatan di bursa pada 9 Desember, dan pemberitahuan hasil PMNTHMETD pada 13 Desember.

Peraturan Pemerintah itu diteken oleh Jokowi pada 27 September 2016. Penambahan modal dari pemerintah untuk GIAA mencapai Rp8,4 miliar.

Penambahan PNM tersebut berasal dari pengalihan barang milik negara c.q Kementerian Perhubungan berupa satu unit jet engine test cell berkapasitas 100.000 pound thrust, yang pengadaannya bersumber dari APBN melalui daftar isian proyek Departemen Perhubungan Tahun Anggaran 1982/1983.

Tujuan penambahan PMN kepada Garuda adalah memperbaiki struktur permodalan serta meningkatkan kapasitas perseroan.

Berdasarkan prospektus Garuda yang diterbitkan pada 24 November 2014 dan diumumkan kembali pada 11 Desember 2014, pada 1993, Kementerian Keuangan berdasarkan SK Menteri Keuangan No. S-124/MK.016/1993 tanggal 2 Februari 1993, telah menyetujui penetapan status unit jet engine test cell berkapasitas 100.000 pound thrust yang pengadaannya melalui DIP Kementerian Perhubungan tahun 1982/1983 senilai Rp8,401 miliar sebagai tambahan PMN kepada Garuda.

Saat itu, PP dan RUPS untuk mengesahkan tambahan PMN belum dikeluarkan, maka tambahan PMN pada perseroan dicatat pada akun ekuitas sebagai tambahan modal disetor PMP atas jet engine test cell.

Sebagai bentuk perwujudannya, Garuda berencana menerbitkan saham baru seri B tanpa HMETD sekitar 17,649 juta saham, dengan harga pelaksanaan Rp476. Rencana ini telah mendapatkan persetujuan RUPS LB pada 28 Juni 2012, namun saat itu PP yang mengesahkan PMN belum dikeluarkan.

Selanjutnya, Garuda kembali menggelar RUPSLB pada 12 Desember 2014 untuk memeroleh persetujuan pemegang saham atas rencana transaksi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi peraturan Bapepam-LK No. IX.D.4.

Pelaksanaan rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi karena saham baru yang akan dikeluarkan hanya untuk negara, yang merupakan pemegang 60,5094% saham dalam perseroan.

Masih dalam prospektus, rencana transaksi akan menyebabkan peningkatan jumlah modal ditempatkan dan disetor atau menjadi Rp11,881 triliun. Persentase kepemilikan saha masyaraat akan terdilusi sekitar 0,0092% dari sebelumnya 13,5465% menjadi 13,5373%.

Namun, selama belum dikeluarkannya PP dan RUPS untuk mengesahkan tambahan PMN tersebut, tambahan PMN kepada perseroan dicatat pada akun ekuitas sebagai tambahan modal disetor PMP atas jet engine test cell.

Tag : garuda indonesia, pmn
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top