Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK 27 OKTOBER: Stabilitas Politik Venezuela Mencemaskan, WTI Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Desember menguat 0,12% atau 0,06 poin ke US$49,24 per barel pada pukul 14.04 WIB, setelah dibuka naik tipis 0,08% atau 0,04 poin di posisi 49,22.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  14:54 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga minyak mentah dunia berpotensi rebound pada perdagangan hari ini (Kamis, 27/10/2016), setelah tiga hari melemah, didorong oleh kekhawatiran politik di Venezuela serta menguatnya permintaan di Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Desember menguat 0,12% atau 0,06 poin ke US$49,24 per barel pada pukul 14.04 WIB, setelah dibuka naik tipis 0,08% atau 0,04 poin di posisi 49,22.

Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Desember juga menguat 0,24% atau 0,12 poin ke level US$50,10, setelah dibuka naik 0,14% atau 0,07 poin di level 50,05.

Menurut para pedagang, seperti dilansir Reuters hari ini, kekhawatiran terhadap stabilitas politik di Venezuela – negara penghasil minyak utama – telah mengangkat pasar.

Harga minyak WTI juga mendapatkan support dari laporan menurunnya persediaan minyak mentah sebesar 553.000 barel menjadi 468,16 juta barel.

Sementara itu di Asia, S-Oil Corp – perusahaan petroleum dan penyulingan Korea Selatan – memperkirakan meningkatnya permintaan kilang minyak di kawasan tersebut. Mengingat minyak mentah merupakan bahan baku utama bagi para penyuling minyak, aktivitas penyulingan yang kuat jadi penopang bagi harga minyak mentah.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak tertahan oleh keraguan bahwa negara-negara OPEC dan non-OPEC akan secara efektif mengkoordinasikan langkah pembatasan produksi demi mendorong harga.

“Para investor tetap merasa tidak pasti apakah OPEC dapat mengimplementasikan kesepakatan sementara untuk memangkas produksi,” jelas ANZ bank.

Pada perdagangan Rabu (26/10/2016), harga minyak WTI kontrak Desember ditutup drop 1,56% atau 0,78 poin ke US$49,18, sedangkan patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Desember berakhir merosot 1,59% ke US$49,98 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak brent wti
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top