Lunasi Utang, VIVA Kantongi Pinjaman dan Divestasi Saham

PT Visi Media Asia Tbk., unit usaha Grup Bakrie, mengantongi pinjaman dari anak usaha dan mendivestasikan saham dalam anak usaha untuk melunasi utang di Credit Suisse.nn
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 27 Juli 2016  |  21:00 WIB
Lunasi Utang, VIVA Kantongi Pinjaman dan Divestasi Saham
VIVA menggelar dua transaksi itu untuk mengurangi kewajiban utang perseroan dalam bentuk dolar AS menjadi rupiah seiring pendapatan perseroan anak anak usaha mayoritas rupiah. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Visi Media Asia Tbk., unit usaha Grup Bakrie, mengantongi pinjaman dari anak usaha dan mendivestasikan saham dalam anak usaha untuk melunasi utang di Credit Suisse.

Emiten perdagangan dan jasa konsultasi manajemen bersandi saham VIVA itu akan melaksanakan dua transaksi. Pertama, perseroan menerima pinjaman dari dua anak usahanya, yakni PT Cakrawala Andalas Televisi senilai Rp1,5 triliun dan PT Lativi Mediakarya senilai Rp1 triliun. Pinjaman diberikan sebagai akibat atas rencana pelunasan dipercepat atas utang perseroan kepada Credit Suisse.

Transaksi kedua yakni transaksi divestasi. VIVA berencana menjual maksimal 15% saham yang dikeluarkan dan disetor penuh dalam PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA).

Hasil divestasi akan dipakai untuk melunasi sejumlah premi yang harus dibayar kepada Credit Suisse, sehubungan dengan pelaksanaan pelunasan yang dipercepat (prepayment) atas utang ke Credit Suisse. per 31 Maret 2016 nilai transaksi sebesar US$61,02 juta atau setara dengan Rp810,15 miliar. Nilai itu akan terus bertambahg hingga tanggal pembayaran utang perseroan kepada Credit Suisse.

"Manajemen mengasumsikan dapat menyelesaikan pelunasan utang selambat-lambatnya 15 September 2016 sehingga jumlah redemption premium sebesar US$69,63 juta atau setara dengan Rp924,41 miliar," tulis manajemen dalam prospektus yang terbit pada Rabu (27/7/2016).
Asumsi kurs yakni Rp13.276 per dolar AS.

Setelah transaksi tersebut, VIVA akan menerima pinjamam baru dari Credit Suisse maksimal US$65 juta. Sekitar US$50 juta akan dipakai untuk mempercepat pelunasan utang perseroan ke Credit Suisse berdasarkan Credit Agreement.

Dari transaksi pinjaman dan pinjaman baru tersebut, maka utang VIVA ke Credit Suisse berdasarkan Credit Agreement akan lunas dan sebagian utang ke Credit Suisse yang tidak dapat didanai ulang (refinance) dengan pinjaman baru dari Credit Suisse beralih menjadi utang perseroan kepada anak usahanya.

Rinciannya, VIVA berutang ke PT Cakrawala Andalas Televisi sebesar Rp1,04 triliun dan kepada PT Lativi Mediakarya sebesar Rp491,2 miliar.
Karena nilai transaksi lebih besar dari 50% ekuitas perseroan, maka transaksi tersebut (transaksi pinjaman dan transaksi divestasi) masuk kategori transaksi material. Per 31 Maret 2016 ekuitas VIVA sebesar Rp2,24 triliun. Adapun, transaksi pinjaman masuk kategori transaksi afiliasi.

VIVA menggelar dua transaksi itu untuk mengurangi kewajiban utang perseroan dalam bentuk dolar AS menjadi rupiah seiring pendapatan perseroan anak anak usaha mayoritas rupiah.

"Sehingga perseroan dan entitas anak dapat mengurangi risiko atas terjadinya fluktutasi penurunan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS," tulis manajemen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bakrie, viva, pinjaman, credit suisse, visi media asia, lativi mediakarya, cakrawala andalas televisi

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top