Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA JEPANG 18 MEI: PDB di Atas Perkiraan, Topix & Nikkei Menguat Tipis Pagi Ini

Indeks Topix terpantau naik 0,1% ke level 1.337,24 pada pukul 09.10 waktu Tokyo (7.10 WIB). Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,1% ke level 16.672,57.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 Mei 2016  |  08:08 WIB
BURSA JEPANG 18 MEI: PDB di Atas Perkiraan, Topix & Nikkei Menguat Tipis Pagi Ini
Seorang karyawan di Tokyo Stock Exchange (TSE). - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, TOKYO - Bursa saham Jepang berfluktuasi pagi ini karena investor menimbang apakah data ekonomi yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal pertama dapat mengurangi kebutuhan stimulus tambahan.

Indeks Topix terpantau naik 0,1% ke level 1.337,24 pada pukul 09.10 waktu Tokyo (7.10 WIB). Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,1% ke level 16.672,57.

Nilai tukar yen menguat kurang dari 0,1% ke level 109,07 per dolar menyusul data yang menunjukkan produk domestik bruto meningkat 1,7 secara tahunan pada kuartal pertama, di atas perkiraan ekonom sebesar 0,3%.

Chihiro Ohta, anlis senior dari SMBC Nikko Securities Inc. mengatakan pendorong utama hari ini adalah angka PDB

"(Angka PDB) sekitar 1% menunjukkan bahwa perekonomian sebenarnya dapat bertahan," kata Chihiro seperti yang dikutip dari Bloomberg, Rabu (18/5/2016).

Angka PDB yang melebihi perkiraan mendukung keputusan mengejutkan Bank of Japan pada pertemuan terakhir yang tidak memberikan stimulus moneter tambahan.

Fokus pasar saat ini bergeser ke spekulasi apakah Perdana Menteri Shinzo Abe akan mengesahkan kenaikan pajak penjualan yang direncanakan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks nikkei 225 indeks topix
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top