Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SENTIMEN PASAR: Revisi DNI Siang Ini, Yellen Akui Dampak Gejolak Finansial

STOXX rebound 1,87% setelah 7 hari merosot, Dow Jones turun 0,6%, sedangkan S&P 500 melemah 0,02%. WTI diperdagangkan melemah 2,33% ke US$27,29 per barel pada pukul 04.52 WIB.
Gubernur Federal Reserve Janet Yellen./Reuters-Jonathan Ernst
Gubernur Federal Reserve Janet Yellen./Reuters-Jonathan Ernst

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan mengumumkan revisi daftar negatif investasi siang ini. Janet Yellen, Ketua The Fed, mengindikasikan gejolak di pasar finansial berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan berpengaruh pada rencana penaikan Fed Fund Rate.

Bursa Global. Indeks Wall Street tertekan setelah pernyataan Ketua The Fed Janet Yellen, saham perbankan dorong rebound di Eropa. STOXX rebound 1,87% setelah 7 hari merosot, Dow Jones turun 0,6%, sedangkan S&P 500 melemah 0,02%..

Harga Minyak. Kontrak WTI masih bergerak di level US$27 per barel setelah rilis kenaikan stok minyak di AS. WTI diperdagangkan melemah 2,33% ke US$27,29 per barel pada pukul 04.52 WIB, sedangkan Brent ikut rebound bersama saham di Eropa dengan kenaikan 1,88% ke US$30,89 per barel.

The Fed. Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan tekanan di pasar finansial berpotensi menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. “Kondisi finansial di AS belakangan ini semakin tidak mendukung pertumbuhan. FOMC mengantisipasi kondisi ekonomi akan berkembang dalam laju yang hanya memungkinkan kenaikan suku bunga secara bertahap.”

Stok Minyak AS. Badan Informasi Energi (EIA) menyatakan stok minyak mentah di Amerikas Serikat turun 754.000 barel pada pekan lalu. Impor minyak AS turun 14% ke 7,12 juta barel per hari. Stok di Cushing, hub distribusi minyak WTI, naik 523.000 barel menjadi 64,7 juta barel pada pekan lalu.

Daftar Negatif Investasi. Pemerintah kemarin batal mengumumkan perubahan daftar negatif investasi setelah rapat yang dipimpin Presiden Jokowi. Perubahan rencananya akan diumumkan siang ini. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan hampir semua sektor industri mengalami perubahan aturan pembatasan.

Realisasi APBN. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan realisasi belanja negara sudah mencapai 8% dari pagu Rp2.095,7 triliun per akhir Januari. Pendapatan pada periode yang sama telah terealisasi 5% dari pagi Rp1.822,5 triliun.

Peta Jalan E-Commerce. Pemerintah menyiapkan road map industri e-commerce yang akan berisi 7 isu utama dan 31 inisiatif. Tujuh isu utama adalah pajak, logistik, financing, safety, infrastruktur komunikasi, perlindungan konsumen, edukasi, dan sumber daya.

Konsumsi Semen. Asosiasi Semen Indonesia menyatakan konsumsi semen sepanjang Januari 2016 telah mencapai 5,14 juta ton, naik 4,4% dari konsumsi sepanjang Januari 2015.

Proyek PPP. Pemerintah mengalokasikan US$150 juta untuk mendanai persiapan proyek public private partnership sebelum ditender ke swasta. Dana akan digunakan untuk membiayai studi kelayakan, detail engineering design, dan AMDAL.

Impor Mobil. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menyatakan impor mobil CBU pada 2015 hanya mencapai 82.306 unit, merosot 21,2% dibandingkan impor 2014 sebanyak 104.503 unit.

SRAJ. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), pengelola rumah sakit Mayapada, berencana membangun dua rumah sakit di Cakung, Jakarta Timur dan Surabaya masing-masing senilai Rp400 miliar.

SRIL. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex batal merilis global bond tahun ini karena penundaan proyek pembangunan pembangkit listrik. SRIL sebelumnya berencana merilis obligasi berdenominasi dolar senilai US$420 juta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper