Martina Berto (MBTO) Beli Merek Dagang Rudy Hadisuwarno Senilai Rp58 Miliar

PT Martina Berto Tbk. (MBTO) membeli aset atas merek dagang Rudy Hadisuwarno senilai Rp58 miliar.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 28 Januari 2016  |  10:14 WIB
Martina Berto (MBTO) Beli Merek Dagang Rudy Hadisuwarno Senilai Rp58 Miliar
Martina Berto membeli aset atas merek dagang Rudy Hadisuwarno - martinaberto.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen kosmetik PT Martina Berto Tbk. (MBTO) membeli aset atas merek dagang Rudy Hadisuwarno senilai Rp58 miliar.

Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia mengatakan dana pembelian atas hak merek tersebut diambil dari dana hasil penawaran umum (IPO) dan pinjaman perbankan

“Pada 25 Januari 2016 kami telah menggunakan dana hasil penawaran umum untuk sebagian pembelian hak kekayaan intelektual berupa merek dagang dari pihak ketiga,” paparnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Bisnis, Kamis (28/1/2016).

Lebih lanjut dia menyebutkan sekitar Rp21 miliar bersumber dari dana hasil IPO perusahaan yang didirikan Martha Tilaar tersebut, dan Rp37 miliar didanai oleh bank.

Adapun perincian merek dagang yang dibeli adalah hak atas merek dengan sertifikat merek Rudy Hadisuwarno Cosmetics + logo, dengan nomor pendaftaran IDM000232959.

Selanjutnya pembelian hak atas merek dengan sertifikat merek Rudy Hadisuwarno Cosmetics + logo + tanda tangan, dengan nomor pendaftaran IDM000373006.

“Dengan dimilikinya merek dagang Rudy Hadisuwarno, maka akan menjaga kelangsungan penjualan perseroan dari merek dagang tersebut,” tambanya.

Selama ini, Martina Berto menggunakan merek Rudy Hadisuwarno dengan membayar royalty kepada pemilik merek.

Manajemen juga menegaskan bahwa transaksi ini bukanlah transaksi material dan tidak terdapat hubungan afiliasi maupun benturan kepentingan antara pihak yang melakukan transaksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
martina berto

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top