Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan Usaha Penjaminan Emisi Efek Sekuritas Anak Usaha BUMN Jeblok

Kinerja bisnis penjaminan emisi efek sekuritas anak usaha BUMN sepanjang semester I/2015 merosot cukup tajam dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Suasana di sebuah kantor sekuritas/Endang Muchtar
Suasana di sebuah kantor sekuritas/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja bisnis penjaminan emisi efek sekuritas anak usaha BUMN sepanjang semester I/2015 merosot cukup tajam dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan masing-masing perseroan, terlihat pendapatan dari bisnis penjaminan emisi efek empat sekuritas pelat merah mencatatkan penurunan.

PT Mandiri Sekuritas mencatatkan pendapatan dari bisnis tersebut senilai Rp49,46 miliar atau turun 10,26% dari perolehan pada periode sebelumnya yang mencapai Rp55,12 miliar.

Kemudian, pendapatan PT Danareksa Sekuritas di bisnis ini juga terjungkal hingga 42,77% menjadi Rp12,39 miliar dari perolehan sebelumnya yang mencapai Rp21,65 miliar.

Begitu juga dengan PT Bahana Securities yang pendapatan di bidang penjaminan emisi efeknya hanya tercatat Rp28,29 miliar atau turun hingga 61,38% dari perolehan sebelumnya Rp73,26 miliar.

Hal yang sama juga terjadi pada PT BNI Securities. Pendapatan kegiatan penjaminan emisi efeknya hanya Rp1,19 miliar. Padahal, pada semester I tahun lalu, perseroan berhasil memperoleh pendapatan hingga Rp17,82 miliar. Artinya terjadi penurunan hingga 93,32%.

Namun, kondisi berbeda dicapai oleh sekuritas non-entitas anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

PT Indo Premier Securities justru berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan di bisnis penjaminan dan penjualan emisi efek.

Tercatat, pendapatan di bisnis tersebut mencapai Rp33,34 miliar atau tumbuh 159,85% dari perolehan sebelumnya yang Rp12,83 miliar.

PT Kresna Securities juga mengalami peningkatan sekitar 147,90% menjadi Rp20,13 miliar pada semester I/2015 dari periode sebelumnya yang Rp8,12 miliar.

Adapun, penjaminan emisi efek yang dimaksud adalah penjaminan emisi efek saham dan juga surat utang.

Mengacu pada data Bloomberg, sepanjang tahun berjalan ini penerbitan emisi efek saham memang tidak banyak. Hal ini berdampak pada kinerja sekuritas tentunya, terutama anak usaha BUMN.

Terlihat bahwa UBS Securities Indonesia dan Indo Premier Securities berada di posisi 1 dan 2 sebagai sekuritas dengan penjaminan emisi saham terbesar. Masing-masing nilai emisi keduanya adalah Rp4,8 triliun dan Rp1,42 triliun dengan masing-masing menangani 2 issues.

Dari empat sekuritas anak usaha BUMN, hanya Bahana Securities yang berhasil masuk posisi tiga besar dengan nilai emisi Rp863,90 miliar.

Sementara itu, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas harus puas dengan ada di posisi 10 dan 11 dengan masing masing memperoleh emisi yang sama, yakni Rp181,75 miliar.

Namun demikian, bisnis penjaminan emisi efek surat utang anak usaha BUMN sebenarnya cukup bagus.

PT Mandiri Sekuritas berhasil menempati urutan pertama dengan nilai emisi Rp6,18 triliun. Kemudian, Danareksa Sekuritas dan Bahana Securities berhasil duduk di posisi 3 dan 4 dengan masing-masing nilai Rp5,13 triliun dan Rp4,69 triliun. Adapun, BNI Securities ada di posisi 13 dengan nilai emisi Rp866,66 miliar.

 

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan merosotnya pendapatan anak usaha BUMN di bisnis penjaminan emisi efek disebabkan oleh anjloknya pasar saham saat ini. Menurutnya, kinerja anak usaha BUMN jatuh pada penjaminan emisi efek saham.

“Pasar saham sedang tidak bagus, ini membuat IPO (initial public offering) sedikit ya. Sudah begitu, yang IPO juga tidak menggunakan anak usaha BUMN, mereka lebih menggandeng underwriter lain,” kata Budi saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (20/8/2015).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper