Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI dan OJK Akan Minta Klarifikasi Victoria Securities Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia akan meminta penjelasan kepada PT Victoria Securities Indonesia terkait penggeledahan oleh Kejaksaan Agung di kantornya.nn
Ilustrasi/victoriasecurities.co.id
Ilustrasi/victoriasecurities.co.id

Bisnis.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia akan meminta penjelasan kepada PT Victoria Securities Indonesia terkait penggeledahan oleh Kejaksaan Agung di kantornya.

Tito Sulistio, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan sudah mendengar kabar tersebut. Meski ada informasi bahwa PT Victoria Securities Indonesia tidak bersalah dan Kejaksaan Agung salah alamat, pihaknya akan tetap memanggilnya.

“Pasti kami akan panggil. Yang kami tahu itu sebenarnya bukan Victoria Securities Indonesia. Kami akan dengar klarifikasinya, kalau memang bukan dia, kami akan bantu masalahnya,” jelas Tito di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan mengatakan juga akan meminta klarifikasi dari PT Victoria Securities Indonesia. Meski bukan perusahaan terbuka, perusahaan tersebut berada di lingkup pasar modal sebagai perusahaan efek.

“Harusnya ada laporan, mungkin sudah masuk tim teknis OJK, tapi belum ke saya. Saat ini sudah ditangani Kejaksaan Agung, kami juga tunggu proses yang berjalan,” kata Nurhaida.

Untuk diketahui, penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung terkait kasus pembelian aset Bank Tabungan Negara (BTN) melalui BPPN dikabarkan salah alamat.

Tim Satuan Tugas Khusus yang dipimpin Sarjono Turin seharusnya menggeledah ke Victoria Securities International Corporation (VSIC) bukan PT Victoria Securities Indonesia.

Penyidik Kejaksaan Agung menggeledah PT Victoria Sekuritas Indonesia di Panin Tower, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015) siang.

Penggeledahan terkait penyidikan dugaan pidana dalam cessie atau penjualan hak tagih Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Dalam penggeledahan penyidik menyita delapan unit CPU dan sejumlah dokumen elektronik.

Sembari menggeledah, penyidik sekaligus memeriksa dua petinggi perusahaan tersebut, yakni Direktur perusahaan berinisial Al dan salah satu komisarisnya bernama Sz.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Editor : Saeno

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper