Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BURSA SAHAM: 15 Emiten Naik Kelas ke Papan Utama

Sebanyak 15 perusahaan tercatat pindah dari papan pengembangan ke papan utama.n
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 31 Mei 2015  |  19:43 WIB
Karyawan melintasi layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Selasa (27/1/2015). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan melintasi layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Selasa (27/1/2015). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 15 perusahaan tercatat pindah dari papan pengembangan ke papan utama.

Setelah otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penilaian atas pemenuhan syarat dan perpindahan papan pencatatan dari papan pengembangan ke papan utama, sebanyak 15 emniten memenuhi syarat untuk dipindahkan.

Wewenang bursa tersebut merujuk pada ketentuan VI Perpindahan Papan, Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat, (29/5/2015), perubahan penempatan papan pencatatan berlaku efektif pada 1 Juni 2015.

Perusahaan tercatat yang berpindah dari papan pengembangan ke papan utama itu yaki PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO), PT Gading Development Tbk. (GAMA), PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META), PT Mitra Pinastika Mustika Tbk. (MPMX), PT Samindo Resources Tbk. (MYOH), dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1960 Tbk. (SDRA).

Lainnya yakni PT Bank Artha Graha International Tbk. (INPC), PT Ekadharma International Tbk. (EKAD), PT Indospring Tbk. (INDS), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA), dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI). Sisanya, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), PT Millenium Pharmacon International Tbk. (SDPC), PT Holcim Indonesia Tbk. (SMCB), dan PT Indo Acidatama Tbk. (SRSN).

Papan utama ditujukan bagi perusahaan tercatat berskala besar, khususnya dalam hal nilai aktiva berwujud bersih (net tangible assets) minimal Rp100 miliar. Sementara, papan pengembangan untuk perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di papan utama, termasuk perusahaan yang prospektif tapi belum membukukan keuntungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia papan utama papan pengembangan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top