Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TELKOM 3010: Luncurkan Buku, Arwin Rasyid Berkisah Tentang Sukses Telkom

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Direktur CIMB Niaga yang juga mantan CEO Telkom meluncurkan buku berjudul TELKOM 3010: Inside Story TELKOM Value Creation.
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad - Bisnis.com 08 April 2015  |  15:51 WIB
Arwin Rasyid - Cimbniaga.com
Arwin Rasyid - Cimbniaga.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Direktur CIMB Niaga yang juga mantan CEO Telkom meluncurkan buku berjudul TELKOM 3010: Inside Story TELKOM Value Creation.

Peluncuran buku tersebut dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Ketua DPD RI Irman Gusman serta Menteri Pariwisata RI yang juga mantan Direktur Utama Telkom Arief Yahya, Direksi dan  mantan Direksi Telkom serta berbagai pejabat tinggi lainnya, baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Hadir pula sejumlah Duta Besar perwakilan negara sahabat.

Buku “Telkom 3010” merupakan buku kedua Arwin Rasyid setelah Buku “Danamon 180 Derajat”.

Buku tersebut bercerita tentang pengalaman Arwin Rasyid – bersama jajaran direksi dan komisaris Telkom waktu itu, melakukan value-creation selama hampir dua tahun – antara tahun 2005-2007.

Value-creation merupakan agenda utama kepemimpinannya selama bertugas di BUMN raksasa telekomunikasi di Tanah Air, yakni: meningkatkan kapitalisasi pasar Telkom dari 10 miliar dolar AS pada 2005 menjadi US$30 miliar pada 2010. Agenda tersebut kemudian dirangkum dalam slogan: “TelkomGoal 3010” atau “Telkom 3010”, yang artinya “Nilai Telkom sebesar US$30 miliar.

Berbagai inisiatif strategis dirumuskan untuk mewujudkan Telkom 3010 yang disusun dalam Telkom Business Roadmap. Arwin Rasyid dalam bukunya menyebutkan, ada lima faktor yang mempengaruhi nilai kapitalisasi pasar suatu emiten.

 Kelima faktor itu, yaitu: (i) kinerja perusahaan, (ii) aksi korporasi, (iii) prospek industri, (iv) psikologi investor, dan (v) stabilitas makro-ekonomi.

Pasar merespons positif dan membuat harga saham Telkom terus meningkat, dari harga Rp4.900-an pada Juni 2005 hingga Rp10.000-an pada Februari 2007. Kapitalisasi pasar Telkom meningkat lebih dari 100% dalam kurun waktu 20 bulan, dari US$10 miliar  pada 2005 menjadi US$22,3 miliar pada 2007, sebagai buah proses value creation.

Pencapaian kapitalisasi pasar Telkom tahun 2006, membuat Telkom menjadi emiten terbesar (dengan nilai Rp203 triliun), menguasai 16% kapitalisasi pasar Bursa Efek waktu itu.  

 Dalam perkembangan berikutnya, posisi Telkom sebagai penguasa bursa mulai tergeser oleh emiten lain. Pada tahun 2012, kapitalisasi pasar Telkom berada di posisi nomor 5, dari 466 Emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Situasi tersebut terjadi justru saat kinerja fundamental Telkom terus meningkat, layanan semakin baik, portofolio bisnis semakin banyak.

 Peningkatan tersebut belum dapat mengangkat nilai kapitalisasi pasar. Dalam bukunya, Arwin Rasyid menegaskan bahwa fenomena tersebut semakin meyakinkan bahwa value creation akan selalu relevan bagi Telkom dan juga semua perusahaan yang listed di bursa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku telkomsel cimb niaga telkom arwin rasyid
Editor : Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top