Return Reksa Dana Saham Salip Reksa Dana Pendapatan Tetap

Meski sudah menunjukkan kinerja yang signifikan sepanjang Februari 2015, kinerja reksa dana saham masih underperform atau di bawah indeks harga saham gabungan.
Riendy Astria | 02 Maret 2015 20:02 WIB
Ilustrasi Produk reksa dana - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Meski sudah menunjukkan kinerja yang signifikan sepanjang Februari 2015, kinerja reksa dana saham masih underperform atau di bawah indeks harga saham gabungan.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kinerja reksa dana saham yang direpresentasikan Infovesta Equity Fund Indeks pada Februari menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan Januari. Pada Februari, return reksa dana saham tercatat 2,62% atau naik dibandingkan Januari yang hanya 0,62%.

Adapun, return reksa dana saham sepanjang Februari menorehkan kinerja paling cemerlang dibandingkan dengan reksa dana campuran dan pendapatan tetap.

Hal ini berbanding terbalik dengan kinerja Januari di mana reksa dana saham menorehkan return paling rendah.

Kendati demikian, return kinerja reksa dana saham sepanjang Februari masih underperform atau di bawah indeks harga saham gabungan (IHSG).

Begitu juga dengan kinerja reksa dana saham sepanjang tahun berjalan 2015 atau year to date yang masih underperform. Return reksa dana saham ytd Februari 2015 tercatat 3,26%, sedangkan IHSG mencatat pertumbuhan 4,27%.

Secara y-t-d, kinerja reksa dana pendapatan tetap terlihat paling cemerlang dengan return 4,12%, meski masih underperform.

Vilia Wati, analis PT Infovesta Utama mengatakan, meski secara ytd reksa dana pendapatan tetap masih mencetak kinerja yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata reksa dana saham, pada Februari IHSG mampu mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi.

Beberapa sentimen positif yang menopang kinerja bursa saham sepanjang bulan lalu a.l rilis data ekonomi, baik domestik maupun global.

Di domestik, misalnya rilis data inflasi Januari yang tercatat mengalami penurunan, dana asing yang terus masuk ke bursa saham domestik, dan respons positif investor terhadap penurunan suku bunga acuan atau BI Rate.

Sementara, sentimen global yang memberikan kontribusi pada IHSG adalah penyelesaian permasalahan utang Yunani serta pernyataan bahwa suku bunga the Fed belum akan dinaikkan dalam jangka waktu dekat.

Secara umum, hingga akhir tahun ini, Vilia memprediksi reksa dana saham dan pendapatan tetap masih berpeluang menguat ditopang oleh potensi membaiknya kondisi perekonomian domestik dan global. Selain itu juga potensi aliran dana asing ke pasar modal domestik.

Namun, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan bursa. Pasalnya, IHSG yang terus mencetak rekor dalam beberapa waktu terakhir dapat menarik investor untuk merealisasikan keuntungan (profit taking).

“Sehingga berpotensi menyebabkan IHSG mengalami fluktuasi atau koreksi dalam jangka waktu pendek,” kata Vilia kepada Bisnis, Senin (2/3).

Tag : reksa dana
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top