Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Sawit Naik, Terpicu Lonjakan Permintaan India

Impor minyak sawit dari India, pembeli terbesar dunia, kemungkinan naik untuk pertama kalinya sejak Juni setelah para pedagang kembali menaikkan jumlah cadangan mereka dari level terendah dalam 21 bulan seiring dengan penundaan panen sawit dalam negeri.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Desember 2013  |  08:48 WIB
Harga Minyak Sawit Naik, Terpicu Lonjakan Permintaan India
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Impor minyak sawit dari India, pembeli terbesar dunia, kemungkinan naik untuk pertama kalinya sejak Juni setelah para pedagang kembali menaikkan jumlah cadangan mereka dari level terendah dalam 21 bulan seiring dengan penundaan panen sawit dalam negeri.

Pengiriman minyak mentah dan minyak olahan naik 15% menjadi 700.000 metrik ton pada November dari setahun sebelumnya, menurut rata-rata perkiraan lima perusahaan dan pialang yang dikumpulkan Bloomberg. Impor minyak sayuran itu, termasuk untuk pemakaian di sektor industri, naik 31% menjadi 920.000 ton dari setahun sebelumnya, menurut survei Bloomberg.

Naiknya permintaan dari India diduga akan memangkas stok di Indonesia dan Malaysia. Harga sawit akan terus naik akibat produksi dari Indonesia turun, menurut Dorab Mistry, direktur Godrej International Ltd.

“Melihat pasar sawit yang bergairah dan pengolahan kedelai yang rendah di negara itu, perushaan pengolahan sawit India telah mengimpor lebih banyak minyak sawit,” ujar Nagaraj Meda, managing director TransGraph Consulting Pvt.  

Stok minyak goreng di sejumlah pelabuhan dan penyalurannya di India  diduga naik hingga 1,51 juta ton pada 1 Desember, ujar Meda sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat (6/12/2013). Sementara itu, stok turun 1,4 juta ton pada awal November atau yang terendah sejak Februari 2012.

Minyak sawit untuk pengiriman Februari turun 0,6% menjadi 2.641 ringgit (US$818) per ton di bursa Malaysia Derivatives Exchange kemarin. Harga komoditas tersebut, yang masuk saat pasar bergairah bulan lalu akan dijual  dari 2.600 ringgit hingga 2.900 ringgit mulai saat ini hingga Maret tahun depan.

Selisih harga minyak sawit terhadap minyak kedelai menipis ke US$67,41 per ton pada  4 Desember, sedangkan rata-rata untuk tahun ini mencapai US$257.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi malaysia industri kelapa sawit impor india replanting sawit

Sumber : Bloomberg

Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top