Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HARGA MINYAK Naik, Menyusul Pelemahan Dolar AS

BISNIS.COM, NEW YORK--Harga minyak dunia naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah laporan persediaan di Amerika Serikat bervariasi dan dolar melemah.Minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli ditutup pada US$95,88

BISNIS.COM, NEW YORK--Harga minyak dunia naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah laporan persediaan di Amerika Serikat bervariasi dan dolar melemah.

Minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli ditutup pada US$95,88 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX), naik 50 sen dari Selasa.

Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli bertambah 53 sen menjadi menetap di US$103,49 per barel. 

"Kami memiliki beberapa dukungan yang datang dari melemahnya dolar AS," kata David Bouckhout dari TD Securities.

Penurunan mata uang AS cenderung meningkatkan permintaan untuk minyak mentah yang dihargakan dalam dolar.

Momentum kenaikan tertahan oleh laporan mingguan Departemen Energi AS (DoE) tentang pasokan minyak nasional yang relatif bearish, menurut Bouckhout.

Badan Informasi Energi (EIA) ASt melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 2,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 7 Juni, bukannya penurunan 400.000 barel seperti yang diperkirakan oleh para analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires.

Bouckhout menunjuk sebuah titik terang dalam laporan EIA: persediaan bahan bakar distilasi, termasuk minyak pemanas dan diesel, secara tak terduga jatuh sebesar 1,2 juta barel.

James Williams, dari WTRG Economics, mengatakan satu-satunya elemen bullish (bergairah) dalam laporan untuk WTI adalah jatuhnya persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma. "Cushing adalah titik pengiriman untuk kontrak NYMEX. Persediaannya turun 760.000 barel. Itu sedikit mendukung harga WTI," kata Williams.

Williams mengatakan pasar minyak berbalik naik kembali dari beberapa aksi jual baru-baru ini ketika para pedagang melakukan penyesuaian posisi, di tengah ketegangan Timur Tengah yang "cukup tinggi sekarang".

Pada pagi hari, Badan Energi Internasional (IEA) memangkas perkiraannya untuk konsumsi minyak global, mengutip pertumbuhan ekonomi yang lamban, termasuk di kekuatan utama negara berkembang China.

Laporan IEA untuk Juni memproyeksikan permintaan minyak akan tumbuh sebesar 785.000 barel per hari tahun ini menjadi 90,6 juta barel per hari (mbpd). Itu merupakan penurunan 0,08 persen dari perkiraan Mei.

Harga minyak turun pada Selasa (12/6/2013) setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan perkiraannya untuk permintaan minyak global tahun ini, dan juga melaporkan bahwa produksi minyak kartel meningkat pada Mei.

Kartel minyak OPEC memperkirakan permintaan global tahun ini sekitar 89,65 juta barel per hari, turun tipis dari perkiraan sebelumnya 89,66 juta barel per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis :
Editor :
Sumber : Antara/AFP
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper