Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HARGA MINYAK: Terpukul Data Pengangguran AS yang Tinggi

BISNIS.COM,  NEW YORK-- Harga minyak terus menurun pada Kamis (Jumat pagi WIB), segera setelah klaim pengangguran AS secara tak terduga tinggi dan kekhawatiran tentang melimpahnya pasokan.

BISNIS.COM,  NEW YORK-- Harga minyak terus menurun pada Kamis (Jumat pagi WIB), segera setelah klaim pengangguran AS secara tak terduga tinggi dan kekhawatiran tentang melimpahnya pasokan.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun US$1,19  menjadi menetap di US$93,26  per barel.

Patokan Eropa di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei merosot 77 sen menjadi ditutup pada US$106,34  per barel.

Penurunan tersebut terjadi setelah data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran AS mencapai 385.000 dalam pekan yang berakhir 30 Maret, naik 28.000 dari pekan sebelumnya.

Para analis telah memperkirakan angka klaim pengangguran, indikator laju PHK, turun.

Pada Rabu, harga minyak jatuh -- WTI merosot 2,8%, penurunan hari-ke-hari terbesar sejak November -- setelah laporan resmi persediaan minyak AS menunjukkan pasokan secara mengejutkan tinggi serta data tentang perekrutan pekerja sektor swasta dan sektor jasa datang lebih lemah dari yang diharapkan.

Tariq Zahir, anggota pengelola di Tyche Capital Advisors, mengatakan laporan tenaga kerja yang buruk telah meredupkan harapan untuk laporan penting bulanan tentang data penggajian non pertanian dan pengangguran pada Jumat.

"Banyak orang yang memposisikan diri mereka untuk laporan lapangan pekerjaan besok," Zahir mengatakan.

Kyle Cooper, manajer IAF Energy Advisors di Houston, Texas, mengatakan bahwa angka klaim pengangguran itu "jelas mengecewakan." Pasar minyak juga telah mengawasi tumpahan minyak pada jaringan pipa ExxonMobil yang menyalurkan 95.000 barel per hari di Arkansas. Penutupan jaringan pipa tersebut telah mengangkat kekhawatiran bahwa pasokan minyak yang sudah tinggi akan terus meningkat.

Salah satu alasan untuk penurunan harga "telah dilakukan oleh jaringan pipa minyak Exxon yang menciptakan hambatan dan menciptakan kesempatan bagi harga untuk jatuh pada awal pekan," kata Jason Schenker dari Prestige Economics, menambahkan bahwa laporan persediaan minyak pada Rabu telah menempatkan tekanan lebih lanjut pada komoditas. (msb)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Martin Sihombing
Editor : Others
Sumber : Antara/AFP
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper