Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BURSA AS: Tersungkur Lagi Karena Kabar Buruk Dari Eropa

BISNIS.COM,NEW YORK -- Bursa Amerika Serikat kembali tersungkur, setelah sehari sebelum indeks Standard & Poor's 500 mulai bangkit.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 22 Maret 2013  |  00:14 WIB
BURSA AS: Tersungkur Lagi Karena Kabar Buruk Dari Eropa
Bagikan

BISNIS.COM,NEW YORK -- Bursa Amerika Serikat kembali tersungkur, setelah sehari sebelum indeks Standard & Poor's 500 mulai bangkit.

Loyonya kembali pasar saham AS itu lebih karena bayang-bayang kekhawatiran krisis utang Eropa daripada estimasi data ekonomi AS.

Saham Oracle Corp. nyungsep 8,3% setelah prakiraan pendapatan dan penjualan meleset. Cisco Systems Inc. dan Juniper Networks Inc. tergelincir paling tidak turun 2,6%.

Saham Guess? Inc. jatuh 5,3% setelah prakiraan pendapatan tidak sesuai dengan proyeksif.

Untungnya, saham Yahoo! Inc. masih mampu naik 3,2% karena  Oppenheimer & Co. menaikkan peringkat sahamnya.

Indeks S&P 500 kembali rontok 0,4% pada pukul 12:32 di Bursa New York. Indeks Dow Jones Industrial juga turun 49,31 poin, atau 0,3% ke level 14.462,42.

Perdagangan saham S&P 500 turun 7,2% dibandingkan dengan rata-rata bulanan.  S&P 500 sempat naik 7 poin dari rekor yang dicapai pada 2007. Adapun indeks Dow Jones sempat menyodok dalam level tinggi.

“Masalah yang muncul di Eropa dan ini akan kembali mempengaruhi pasar," ujar Bruce Bittles, Chief Investment Strategist at Milwaukee-based RW Baird & Co. (Bloomberg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa eropa siprus newyork s&p500

Sumber : Newswire

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top