Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AKSI EMITEN: Hypermart Siapkan Capex Rp800 miliar

BISNIS.COM, JAKARTA – Peritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang terafiliasi dengan Grup Lippo menyiapkan anggaran belanja (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp800 miliar untuk pembukaan gerai baru khususnya di Kawasan Timur Indonesia. 

BISNIS.COM, JAKARTA – Peritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang terafiliasi dengan Grup Lippo menyiapkan anggaran belanja (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp800 miliar untuk pembukaan gerai baru khususnya di Kawasan Timur Indonesia. 

Head of Corporate Communication Matahari Putra Prima Fernando Repi mengatakan pemilik swalayan Hypermart ini akan membuka 20 gerai baru dengan masing-masing investasi senilai Rp40 miliar. Seluruh gerai tersebut akan menyewa tempat di gedung atau pusat perbelanjaan yang sudah ada.

“Satu gerai nilai investasi dengan sewa Rp30 miliar hingga Rp40 miliar. Untuk tahun ini ada 20 gerai jadi bisa dikali sendiri, sekitar Rp800 miliar,” ujarnya Kamis (7/3).

Namun, pihaknya belum merencanakan untuk membuka gerai dengan gedung tersendiri (stand alone). Dia menjelaskan 20 gerai tersebut terletak bukan di ibukota provinsi tetapi di kota kedua termasuk ibukota kabupaten dan kotamadya karena potensi pertumbuhan yang bagus.

Menurutnya, 80% dari gerai yang direncanakan tersebut akan berdiri di Kawasan Timur Indonesia termasuk di Bau-Bau, Palopo, Dumai, Kendari, dan Kupang.

“Kami pilih Kawasan Timur karena ekonomi bagus, kotanya juga berkembang, memang kota kedua berpotensi bagus,” katanya.

Dengan ekspansi tersebut, per akhir tahun ini Hypermart akan memiliki total 100 gerai di seluruh Indonesia. Selain itu, pendapatan peritel yang dikendalikan oleh PT Multipolar Tbk (MLPL) ini diharapkan bisa naik 15% hingga 18% dibandingkan tahun lalu meski nilai pastinya belum dapat diungkap.

Sebelumnya, Matahari Putra Prima juga melakukan pengalihan aset kepada induk usaha yang menyebabkan surplus likuiditas hingga mencapai Rp6,1 triliun. Angka tersebut didapat dari divestasi non-inti senilai Rp3,2 triliun kepada Multipolar.

Untuk memaksimalkan kelebihan kapitalisasi modal dan likuiditas tersebut, Matahari Putra Prima tahun lalu membagikan lebih dari 55,7% dana likuiditas atau Rp3,4 triliun kepada para pemegang saham melalui pembagian deviden khusus Rp1 triliun, dan pengurangan modal (capital reduction) Rp2,4 triliun.

Awal tahun ini, perusahaan investasi milik pemerintah Singapura Temasek Holding masuk ke peritel ini melalui anak usahanya Anderson Investments dengan transaksi hak membeli saham (exchangeable rights subscription agreement) senilai Rp2,9 triliun setara dengan 26,1% kepemilikan.

Manajemen berharap masuknya investor asing tersebut akan mendukung tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Selain itu, pemilik gerai Hypermart tersebut diharapkan mendapat dukungan dari Temasek untuk akses terhadap institusi keuangan global. (faa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper