Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dow Jones Perbarui Rekor Lagi, S&P Tertekan Kinerja Emiten

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,04% di level 23.557,23 setelah berfluktuasi sebagian besar di zona negatif. Adapun indeks Standard & Poors 500 melemah 0,02% ke 2.590,64 dan Nasdaq Composite tergelincir 0,27% ke 6.767,78.

Bisnis.com, JAKARTA – Dow Jones Industrial Average kembali menyentuh rekor tertinggi pada reli penguatannya yang keempat berturut-turut, Selasa (7/11/2017), sedangkan indeks S&P 500 ditutup melemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,04% di level 23.557,23 setelah berfluktuasi sebagian besar di zona negatif. Adapun indeks Standard & Poor’s 500 melemah 0,02% ke 2.590,64 dan Nasdaq Composite tergelincir 0,27% ke 6.767,78.

Indeks sektor finansial S&P 500 memimpin pelemahan dengan penurunan 1,3%, sedangkan sektor defensif seperti utilitas dan bahan pokok konsumen menahan pelemahan lebih lanjut, keduanya meningkat lebih dari 1%.

Saham Goldman Sachs kehilangan 1,51% dan membebani indeks Dow, sementara saham JPMorgan dan Bank of America termasuk di antara tiga saham dengan pelemahan terbesar pada indeks S&P 500.

Sementara itu, saham Priceline merosot 13,52%, sedangkan operator ulasan perjalanan TripAdvisor merosot 23,22% ke level terendah lima tahun setelah kedua perusahaan tersebut memberikan perkiraan laba kuartalan yang lesu.

"Perusahaan berada di bawah ekspektasi akan melemah tajam. Ini adalah bukti bahwa ada ketegangan di pasar," kata Jake Dollarhide, Chief Executive Officer Longbow Asset Management, seperti dikutip Reuters.

Fokus investor juga tertuju pada hasil rancangan undang-undang dari partai Republik di parlemen untuk memangkas pajak perusahaan. Selain mengurangi pajak korporasi menjadi 20% dari 35%, RUU tersebut akan menghilangkan banyak keringanan pajak dan diperkirakan mendapat tentangan dari pihak lain.

"Ada beberapa skeptisisme tentang RUU pajak," kata Donald Selkin, kepala analis pasar Newbridge Securities.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper