Bisnis.com, JAKARTA — Emiten beras hingga benih untuk produk kebutuhan pokok seperti PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) dan PT BISI International Tbk. (BISI) mencatatkan kinerja lesu laba serta sahamnya. Namun, emiten beras diproyeksikan mendapatkan suntikan tenaga dari program swasembada pangan Prabowo Subianto tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan, BISI telah mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas pemilik sebesar Rp178,5 miliar pada 2024, susut 70,03% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba tahun sebelumnya Rp595,62 miliar.
Penurunan laba terjadi seiring dengan penjualan yang turun 40,47% yoy menjadi Rp1,36 triliun pada 2024, dibandingkan Rp2,29 triliun pada 2023.
Begitu juga dengan HOKI yang masih membukukan kerugian pada 2024. Tercatat, rugi bersih HOKI mencapai Rp3 miliar pada 2024, menebal dibandingkan rugi pada 2023 sebesar Rp1,46 miliar.
HOKI sebenarnya mencatatkan penjualan yang naik 1,1% yoy menjadi Rp1,29 triliun pada 2024, dari tahun sebelumnya Rp1,28 triliun.
Akan tetapi, kenaikan harga bahan baku telah mendongkrak beban pokok penjualan hingga mencapai Rp1,19 triliun, melonjak dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,18 triliun.
Baca Juga
Emiten beras dan produk terkait seperti PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI) dan PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (SAMF) belum melaporkan kinerja keuangan secara keseluruhan 2024. Namun, sampai September 2024, tercatat kinerja laba SAMF dan NASI jeblok.
SAMF telah mencatatkan laba sebesar Rp300,69 miliar sampai September 2024, turun 12,67% yoy. Kinerja lesu laba SAMF seiring dengan penjualan yang susut 4,22% yoy menjadi Rp3,66 triliun.
NASI pun mencatatkan laga yang susut 3,42% menjadi Rp409,52 juta per kuartal III/2024. Penjualan NASI juga susut 38,8% yoy menjadi Rp72,67 miliar.
Seiring dengan kinerja lesu profitabilitas serta penjualan emiten tersebut, harga sahamnya pun jeblok. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham SAMF telah melemah 12,77% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025 hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (26/3/2025).
Begitu juga dengan BISI yang mencatatkan pelemahan harga saham 18,33% ytd. Lalu, harga saham HOKI dan NASI masing-masing ambruk 33,63% serta 25,64% sepanjang 2025.
Di sisi lain, terdapat upaya membalikan kondisi profitabilitas serta penjualan di emiten beras. HOKI misalnya menjalankan upaya diversifikasi usaha.
Pada 2024, bisnis investasi keuangan yang dijalankan anak usaha PT Hoki Investasi Sejati (HIS) membukukan pendapatan dividen sebesar Rp9,34 miliar. Total nilai aset HIS per akhir Desember 2024 tercatat mencapai Rp306,6 miliar.
HOKI pun bertransformasi ke bisnis FMCG melalui anak usaha PT Hoki Distribusi Niaga (HDN). Penjualan produk Dailymeal dari HDN pada 2024 tercatat sebesar Rp10,15 miliar, meningkat 114,05% yoy.
HOKI pun gencar mengembangkan dan mengoptimalkan produksi serta penjualan produk-produk alternatif beras Dailymeal. Terdapat varian produk seperti Dailymeal Nasi Jagung, Dailymeal Nasi Singkong, Dailymeal Beras Merah, serta Dailymeal Porang Cassava Rice.
“Kami akan berusaha supaya sambutan positif pasar terhadap peluncuran produk-produk alternatif beras sehat merek Dailymeal terus berkelanjutan," kata Direktur HOKI, Budiman Susilo dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (25/3/2025).
Di sisi pemasaran, HOKI pun membangun jalinan kerjasama strategis. Perseroan misalnya menggaet Indomarco Adi Prima (PT Gurih Mitra Perkasa) sehingga membuat produk-produk Dailymeal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Saat ini, terdapat tiga fokus HOKI. "Pertama, mengedukasi masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi beras sehat. Kedua, memastikan ketersediaan dan kemudahan produk Dailymeal untuk didapatkan. Ketiga, terus berinovasi menciptakan produk-produk alternatif beras sehat yang baru,” tutur Budiman.