Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos BEI Menaruh Asa Besar di Pundak Danantara

Direktur Utama BEI Iman Rachman memandang kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara akan berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar saham Indonesia.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memberikan pemaparan saat penutupan perdagangan saham 2024 di Jakarta, Senin (30/12/2024)./Bisnis/Himawan L Nugraha
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memberikan pemaparan saat penutupan perdagangan saham 2024 di Jakarta, Senin (30/12/2024)./Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia menaruh harapan besar terhadap kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang dinilai berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar saham. 

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan salah satu tujuan utama Danantara adalah menjadikan BUMN lebih kompetitif, sejalan dengan upaya peningkatan efisiensi dan transparansi pengelolaan.

Dengan tujuan itu, dia meyakini entitas di bawah naungan Danantara berpotensi besar menjadi pemimpin industri baik di dalam negeri maupun kawasan Asia. 

“Misalnya, Bank Himbara dan Telkom Indonesia bisa semakin bersaing dengan institusi keuangan dan telekomunikasi di tingkat regional,” ujar Iman dalam diskusi bersama media di Gedung BEI di Jakarta, Jumat (28/2/25). 

Hal tersebut dinilai akan berkorelasi positif dengan potensi kenaikan pendapatan emiten BUMN, sehingga secara simultan mendorong kapitalisasi pasar.

“Ini bedanya, jika mereka [BUMN] tidak tercatat, peningkatannya adalah ekuitas karena labanya organik. Sementara itu, jika bicara perusahaan-perusahaan tercatat, peningkatannya adalah market cap,” pungkas Iman. 

Sementara itu, dia menyampaikan bahwa secara global, sekitar 58% dana yang dikelola oleh sovereign wealth fund (SWF) berasal dari ekuitas atau pasar saham. Oleh karena itu, pasar modal akan berperan besar dalam mendukung Danantara ke depan. 

Hingga akhir Desember 2024, Iman menyampaikan bahwa sebanyak 12 BUMN dan anak usahanya yang tergabung di dalam Danantara memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp1.893 triliun atau sekitar 15% nilai kapitalisasi pasar BEI. 

Jika ditelisik dari nilai transaksi, BUMN dan entitas anak juga memberikan kontribusi signifikan dengan porsi mencapai 27% dari total nilai transaksi di BEI.

“Danantara memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kapitalisasi pasar Indonesia. Namun, diperlukan waktu untuk membangun kepercayaan pasar dan membuktikan efektivitas model bisnisnya,” ucapnya.

Dalam perkembangan sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir memastikan lembaga baru ini akan menjadi mitra bagi sektor swasta.

Pernyataan Pandu ditujukan untuk meredam kekhawatiran swasta yang merasa terancam oleh kehadiran Danantara karena dinilai berisiko menciptakan crowding out atau kondisi menurunnya investasi swasta akibat peningkatan belanja pemerintah.

“Kami tetap in the right mindset bahwa private market harus menjadi mitra kerja kami [Danantara] untuk pertumbuhan. Itu mungkin yang paling penting, mitra bersama,” ujarnya dalam acara BNI Investor Daily Roundtable, Kamis (27/2/2025). 

Dia turut memastikan para penggawa Danantara, yakni Rosan P. Roeslani, dan Dony Oskaria juga memiliki latar belakang swasta. Oleh karena itu, keponakan Luhut Binsar Pandjaitan ini mengaku paham atas kekhawatiran yang ada. 

Meski demikian, Pandu menyatakan bahwa satu hal yang perlu ditegaskan adalah Danantara merupakan agen pertumbuhan ekonomi yang tetap mempertimbangkan tingkat pengembalian atau return melebihi biaya modal. 

“Pada akhirnya, dividen yang dihasilkan sangat besar sehingga kami harus membuat pilihan yang tepat. Tugas utama adalah memastikan pasar swasta berkembang. You have to succeed, kita semua sukses. Ini yang paling penting,” pungkasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper