Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bursa Eropa Capai Rekor Tertinggi, Kesepakatan AS-Ukraina Jadi Sorotan

Bursa saham eropa ditutup di tertinggi sepanjang masa pada Rabu (26/2/2025). Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,99%.
Data perdagangan di papan digital di bursa saham Euronext NV di distrik bisnis La Defense di Paris, Prancis, pada hari Kamis, 16 Januari 2025. /Bloomberg-Nathan Laine
Data perdagangan di papan digital di bursa saham Euronext NV di distrik bisnis La Defense di Paris, Prancis, pada hari Kamis, 16 Januari 2025. /Bloomberg-Nathan Laine

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup di tertinggi sepanjang masa pada Rabu (26/2/2025), didorong oleh laporan keuangan perusahaan yang solid dan perhatian investor terhadap kesepakatan mineral strategis antara Amerika Serikat dan Ukraina.

Melansir Reuters, Kamis (27/2), indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,99% ke level 559,67, dengan sektor perbankan menikmati reli untuk sesi kedua berturut-turut. Adapun indeks FTSE 100 Inggris juga ditutup menguat 0,72%, DAX Jerman melesat 1,71%, dan CAC 40 Prancis naik 1,15%.

Di sektor konstruksi, saham produsen bata Wienerberger meroket 11,3%, mendorong indeks sektor material naik 1,9%. Sebagian besar sektor di Stoxx berakhir di zona hijau, meski saham media mencatat penurunan terbesar hingga 2,5% setelah Wolters Kluwer anjlok 10,9% usai mengumumkan pengunduran diri CEO Nancy McKinstry.

Di sisi geopolitik, AS dan Ukraina menyepakati rancangan perjanjian mineral strategis, yang bertepatan dengan pertemuan Rusia-AS yang dijadwalkan pada Kamis di Turki.

Sementara itu, ketidakpastian politik di AS semakin meningkat dengan kebijakan tarif yang diterapkan Donald Trump.

Kepala Analis Pasar CMC Markets Jochen Stanzl mengatakan banyak investor berupaya mengamankan posisi mereka untuk mengantisipasi potensi perang dagang.

”Valuasi pasar saham AS yang sudah tinggi membuat saham Eropa semakin menarik,” tambahnya.

Optimisme terhadap kebijakan pro-pertumbuhan dan peningkatan belanja pertahanan Jerman di bawah pemerintahan konservatif Friedrich Merz mendorong indeks saham menengah negara ini, MDAX, ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan.

Adapun indeks sektor dirgantara dan pertahanan Eropa naik 1,5%.

Di sisi lain, jajak pendapat Reuters menunjukkan semakin banyak investor yang memperkirakan koreksi pasar saham Eropa dalam tiga bulan ke depan sebelum kembali naik dan mencetak rekor baru pada 2026.

Dari sektor perbankan, European Central Bank (ECB) dikabarkan akan memberikan lampu hijau bagi UniCredit Italia untuk meningkatkan kepemilikannya di bank Jerman, Commerzbank. Saham kedua bank tersebut masing-masing naik 3,1% dan 1,6%.

Di sektor korporasi, saham Anheuser-Busch InBev (AB InBev) melonjak 8,9% setelah melaporkan laba kuartal keempat yang melampaui ekspektasi analis. Sebaliknya, saham Stellantis merosot 4,1% setelah mengeluarkan proyeksi hati-hati untuk 2025 menyusul laporan tahunan yang mengecewakan.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper