Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Hari Ini (1/5): Emas Bervariasi, Baru Bara Menguat, CPO Lesu

Harga komoditas bervariasi pada perdagangan Rabu (1/5/2024), jelang putusan suku bunga The fed. Batu bara ditutup menguat, sementara harga CPO melemah.
Harga komoditas bervariasi pada perdagangan Rabu (1/5/2024), jelang putusan suku bunga The fed. Batu bara ditutup menguat, sementara harga CPO melemah.  - Bisnis/Husnul Iga Puspita
Harga komoditas bervariasi pada perdagangan Rabu (1/5/2024), jelang putusan suku bunga The fed. Batu bara ditutup menguat, sementara harga CPO melemah.  - Bisnis/Husnul Iga Puspita

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas bervariasi jelang putusan rapat FOMC Federal Reserve (The Fed) soal suku bunga. Batu bara terpantau menguat sementara harga CPO melemah. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara kontrak Mei 2024 di ICE Newcastle ditutup menguat 3,53% pada level US$142,25 per metrik ton pada perdagangan Selasa (30/4/2024). Kemudian, batu bara kontrak Juni 2024 juga menguat 3,17% ke US$143 per metrik ton.

Para menteri energi G7 menyetujui target pada paruh pertama 2030-an untuk menghentikan penggunaan batu bara dalam pembangkit listrik, dengan menyebutkan jangka waktu yang konsisten dengan komitmen untuk membatasi kenaikan suhu di masa depan. 

Di lain sisi, mengutip Energyworld, Australia mengirimkan lebih banyak batu bara ke China dibandingkan ke Jepang pada April 2024. Hal ini merupakan pertama kalinya terjadi selama lebih dari empat tahun. 

Menurut data Kpler, ekspor Australia untuk semua jenis batu bara ke China mencapai 6,87 juta metrik ton pada April 2024, naik dari 6,83 juta pada Maret 2024. Angka ini merupakan angka tertinggi sejak November 2023. 

Ekspor batu bara Australia ke China juga telah pulih sejak Februari 2023, ketika Negeri Tirai Bambu mengakhiri larangan impor tidak resmi. 

Harga Emas

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,04% ke level US$2.28.16 per troy ounce pada pukul 09.06 WIB.

Sedangkan, harga emas Comex kontrak Juni 2024 melemah -0,15% ke level US$2.299,50 per troy ounce pada pukul 08.56 WIB.

Harga emas telah merosot, mempersempit kenaikan bulanan ketiga berturut-turut. Hal ini karena para investor berfokus pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada minggu ini, dengan para pembuat kebijakan diperkirakan akan memberikan nada hawkish pada suku bunga. 

Harga emas batangan menurun tipis dan diperdagangkan di bawah US$2.300 per ounce menjelang keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (30/4).

Pedagang swap kini memperkirakan The Fed akan melakukan paling banyak dua pemotongan pada akhir tahun. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif bagi emas.

Walaupun jadwal pemangkasan suku bunga The Fed telah diundur, harga logam mulia telah meningkat sekitar 12% pada tahun ini, di tengah kuatnya permintaan di pasar Asia dan ketegangan geopolitik. 

Harga CPO

Harga komoditas minyak kelapa sawit atau CPO berjangka pada perdagangan Selasa (30/4) kontrak Juli 2024 melemah -101 poin ke 3.814 ringgit per ton di Bursa derivatif Malaysia. Kontrak Juni 2024 juga ditutup melemah -96 poin menjadi 3.843 ringgit per ton.

Mengutip Reuters, minyak sawit berjangka Malaysia telah menurun pada Selasa (30/4) setelah menguat selama dua sesi berturut-turut. Hal ini terbebani oleh ekspektasi penurunan ekspor Malaysia dan lemahnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).

Manajer perdagangan di perusahaan dagang yang berbasis di Mumbai, Kantilal Laxmichand & Co, Mitesh Saiya, mengatakan bahwa ekspektasi jumlah ekspor yang melemah dan jatuhnya harga minyak CBOT memberikan tekanan kepada CPO berjangka Malaysia untuk mendapat kembali pangsa pasarnya di pasar fisik. 

Sementara itu, penurunan harga minyak pada sesi setelah perundingan gencatan senjata Israel-Hamas di Kairo membantu meredam kekhawatiran pasar akan meluasnya konflik di Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap prospek suku bunga AS juga membebani pasar

Kontrak minyak kedelai teraktif Dalian, DBYcv1, melemah -0,37%. Kontrak minyak sawit, DCPcv1, tergelincir -1,18%. Harga minyak kedelai di CBOT menurun -1,58%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper