Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Libur Lebaran, Rupiah Ditutup Perkasa Rp15.848 per Dolar AS

Rupiah ditutup menguat ke level Rp15.848 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (5/4/2024), jelang libur hari raya Lebaran atau Idulfitri 1445 H.
Rupiah ditutup menguat ke level Rp15.848 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (5/4/2024), jelang libur hari raya Lebaran atau Idulfitri 1445 H. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Rupiah ditutup menguat ke level Rp15.848 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (5/4/2024), jelang libur hari raya Lebaran atau Idulfitri 1445 H. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Mata uang rupiah ditutup naik ke posisi Rp15.848 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan, Jumat (5/4/2024), jelang libur hari raya Lebaran atau Idulfitri 1445 H.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menutup perdagangan dengan naik 44 poin atau 0,28% ke posisi Rp15.848 per dolar AS. Sementara itu indeks dolar terpantau naik 0,11% ke level 104,010.

Sejumlah mata uang kawasan Asia lainnya bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,05%, won Korea turun 0,44%, peso Filipina melemah 0,21%, yuan China turun 0,01%, dan ringgit Malaysia turun 0,15%.

Kemudian, rupee India menguat 0,20%, baht Thailand naik 0,06%, dan dolar Singapura naik 0,01%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan Antisipasi data utama nonfarm payrolls mendorong lebih banyak kehati-hatian terhadap suku bunga AS.

Selain itu, kekhawatiran akan memburuknya konflik di Timur Tengah – ketika Iran mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Israel, membuat selera risiko sebagian besar tetap lemah. Volume perdagangan regional juga melemah karena libur pasar Tiongkok.

Komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve juga mendukung greenback, setelah Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa inflasi yang tinggi dapat menyebabkan bank sentral tidak memangkas suku bunga sama sekali pada tahun 2024.

Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia pada Maret 2024 melanjutkan tren penurunan. Bank Indonesia (BI) melaporkan, cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2024 mencapai US$140,4 miliar, menurun dibandingkan posisi pada akhir Februari 2024 sebesar US$144,0 miliar.

“Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, antisipasi kebutuhan likuiditas valas korporasi, dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah seiring dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Ibrahim, Jumat (5/4/2024).

Sedangkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Sementara itu, untuk perdagangan Selasa mendatang (16/4/2024), rupiah diproyeksikan fluktuatif namun ditutup menguat direntang  Rp15.810 - Rp15.870 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper