Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Strategi Bisnis dan Progres Restrukturisasi Waskita Beton (WSBP)

WSBP menargetkan rata-rata pertumbuhan tahunan nilai kontrak baru dan pendapatan usaha sebesar 15% - 20% hingga 2028.
Pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP)/Dok.WSBP.
Pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP)/Dok.WSBP.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) bersiap menerapkan strategi bisnis yang mendukung profitabilitas, sejalan dengan progres implementasi restrukturisasi.

Presiden Direktur WSBP FX Poerbayu Ratsunu mengatakan perseroan berkomitmen untuk meningkatkan nilai pemegang saham, dengan mengakselerasi pemulihan kinerja dan kondisi keuangan melalui implementasi program transformasi bisnis. 

“WSBP menargetkan rata-rata pertumbuhan tahunan nilai kontrak baru dan pendapatan usaha sebesar 15% - 20% hingga 2028,” ujarnya saat ditemui di Jakarta dikutip pada Rabu (27/3/2024). 

Hingga 25 Maret 2024, WSBP telah mencatatkan nilai kontrak baru sekitar Rp1 triliun dan diperkirakan mampu mencapai target nilai kontrak baru 2024 sebesar Rp2,3 - Rp2,5 triliun. 

Seiring dengan hal itu, dalam kurun 2024 – 2028, perseroan akan memperbesar pangsa pasar precast, readymix, dan jasa konstruksi. WSBP juga berfokus pada proyek dengan kondisi keuangan yang baik atau minimum risiko gagal bayar. 

Poerbayu juga menuturkan penerapan manajemen rantai pasok juga akan terus didorong melalui pemanfaatan quarry milik sendiri dan kerja sama dengan rekanan strategis. 

Pada saat yang sama, WSBP akan melakukan efisiensi melalui inovasi metode kerja dan digitalisasi, pengembangan produk hijau untuk segmen precast, serta mengoptimalisasi aset nonproduktif melalui pelelangan aset atau skema kerja sama. 

Perihal aset nonproduktif, perseroan berencana melelang aset tersebut target nilai sebesar Rp300 miliar selama periode 2024 – 2028. Dana ini sebagian digunakan perseroan untuk melunasi utang kepada kreditur, serta memenuhi kegiatan produksi. 

PROGRES RESTRUKTURISASI

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WSBP Asep Mudzakir menyampaikan progres restrukturisasi keuangan yang diimplementasikan perseroan.

WSBP sejauh ini telah melakukan pembayaran kas atau cash flow available fo debt services (CFADS) senilai Rp230 miliar yang dibayarkan dalam tiga tahap, yakni pada 27 Maret 2023, 25 September 2023, dan 25 Maret 2024. Adapun pembayaran selanjutnya pada September 2024. 

“Pembayaran terdiri atas pembayaran pokok utang kepada kreditur dagang [vendor], pembayaran bunga bank, dan pembayaran bunga obligasi,” ujar Asep. 

Selain itu, lanjutnya, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) ini telah melakukan konversi utang menjadi ekuitas pada 4 Agustus 2023 dengan nilai mencapai Rp1,43 triliun. Konversi berikutnya akan dilakukan dalam beberapa tahap sampai dengan Juni 2025. 

WSBP juga mengonversi utang obligasi menjadi mandatory convertible bonds atau OWK dengan nilai sebesar Rp1,85 triliun, yang sudah diselesaikan pada 12 Desember 2023. 

“WSBP terus berkomitmen untuk menjaga ketepatan waktu membayar kewajiban sesuai dengan perjanjian perdamaian kepada seluruh kreditur,” tutur Asep. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper