Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Summarecon (SMRA) Investasi Rp100 Miliar untuk Bangun Area Kuliner Gafoy

Summarecon Agung (SMRA) menggelontorkan investasi Rp100 miliar untuk membangun area kuliner Gafoy yang merupakan perluasan Summarecon Mall Kelapa Gading.
Area Gafoy berada di Summarecon Mall Kelapa Gading. /dok SMRA
Area Gafoy berada di Summarecon Mall Kelapa Gading. /dok SMRA

Bisnis.com, JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menggelontorkan investasi senilai Rp100 miliar untuk membangun area kuliner Gafoy di kawasan Summarecon Mall Kelapa Gading.

Gafoy merupakan perluasan dari Summarecon Mall Kelapa Gading yang menempati area seluas 11.000 meter persegi di mana luasan area sewa mencapai 8.500 dan rencananya akan diisi sebanyak 22 tenant terdiri dari berbagai restoran dan café.

President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan kehadiran Gafoy diharapkan dapat memberikan perkembangan bisnis makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) di Jakarta.

Menurutnya, mulai beroperasinya Gafoy akan memberikan kontribusi bisnis recurring income atau pendapatan berulang bagi Summarecon. Adapun saat ini recurring income emiten berkode SMRA menyumbang sebesar 30% terhadap pendapatan perusahaan.

“Nilai investasi sekitar Rp100 miliar untuk membangun ini. Memang Gafoy ini akan berdampak pada penambahan portofolio di recurring income. Ini venue baru, jadi belum tahu berapa besar dampaknya. Fokus kami selain recurring income juga menciptakan venue baru, fasilitas baru menjadi destinasi masyarakat yang mencintai perkembangan industri F&B,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (14/3/2024).

Adrianto menuturkan Summarecon terus melengkapi fasilitas F&B sebagai destinasi kuliner di 8 portofolio pengembangan kawasan yakni Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Mutiara Makassar, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Bandung, Summarecon Bogor, dan Summarecon Crown Gading.

Menurutnya, industri F&B terus bertumbuh pesat baik dari sisi jumlah dan inovasi. Hal ini yang membuat SMRA menangkap peluang bisnis F&B dengan melakukan transformasi bisnis dan destinasi kuliner kekinian yang menyasar seluruh segmen usia.

“Summarecon juga terus bertransformasi menangkap opportunity dari bisnis F&B ini, dan juga sebetulnya dengan adanya Gafoy semakin melengkapi destinasi kuliner. Gafoy melengkapi destinasi kuliner dan transformasi bisnis makanan dan minuman sehingga mengundang tenant-tenant pilihan,” katanya.

Adrianto meyakini Gafoy akan menjadi destinasi ikonik di kawasan Jakarta Utara. Pihaknya pun optimistis Gafoy ini akan ramai dikunjungi meskipun banyak area komersial berkonsep alfresco dining serupa di kawasan lainnya. Hal ini karena Gafoy yang terletak di satu area dengan Mall Kelapa Gading dan La Piazza sehingga tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan trafik kunjungan yang telah dibangun sejak tahun 1990 silam.

Untuk diketahui, Summarecon Mall Kelapa Gading 1 yang kala itu bernama Plaza Kelapa Gading telah beroperasi sejak 1990 silam. Kemudian mengalami perluasan dan berganti nama Mal Kelapa Gading pada 1995.

Director Operation Summarecon Malls Group Willy Effendy menuturkan saat ini tingkat keterisian atau okupansi tenant di Gafoy baru mencapai 11 tenant dari rencana 22 tenant. Dalam waktu dekat terdapat 3 tenant yang akan membuka dan saat ini dalam tahap fitting out.

“Kami targetkan di Juni, okupansi tenant Gafoy bisa mencapai 70% dan akhir tahun ini bisa terisi penuh. Kenapa lama? Karena kami benar-benar melakukan kurasi tenant-tenant yang bisa membuka di area ini,” ucapnya.

Dia membidik tingkat kunjungan ke area Summarecon Mall Kelapa Gading, La Piazza, dan Gafoy bertumbuh sebesar 15% hingga 20%. Rerata tingkat kunjungan ke Mall Kelapa Gading dan La Piazza pada hari biasa mencapai 80.000 kunjungan dan di akhir pekan mencapai 120.000 pengunjung.

Hal ini karena jam operasional Gafoy cenderung lebih fleksibel dibandingkan mal sehingga para pengunjung bisa bersantai dari sejak pagi hingga larut malam.

“Dengan adanya Gafoy, kami berharap tingkat kunjungan bisa mencapai 90.000 hingga 95.000 pengunjung di hari biasa dan weekend sebesar lebih dari 120.000 kunjungan,” tutur Willy.

Dalam kesempatan yang sama, Director Summarecon Soegianto Nagaria menambahkan Gafoy memiliki konsep arsitektur geometris dengan sentuhan exposed material. Bentuk bangunan Gafoy mengusung konsep low density building yaitu bangunan yang dirancang dengan komposisi berupa ruang terbuka luas dan lebar, serta jarak yang besar. Penggabungan antara arsitektur dengan sentuhan garis simetris, area terbuka untuk pejalan kaki yang lebar, dan ruang ritel dengan ketinggian ceiling mencapai 8 meter.

Menurutnya, pandemic Covid-19 membuat masyarakat semakin menyukai dan mencari konsep ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Konsep ruang ritel semi terbuka akan terus dikembangkan pada proyek township Summarecon lainnya.

“Gafoy diharapkan dapat menjadi sebuah standar terbaru dalam mengembangkan beragam fasilitas yang akan terus disesuaikan dengan tren terkini namun tidak melupakan kearifan legacy masa lalu yang telah dikenal dengan baik. Gafoy ini memiliki ruang terbuka dan sekaligus ruang tertutup,” terang Soegianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper