Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Strategi Sido Muncul (SIDO) saat Kinerja 2023 Masuk Angin

Sido Muncul (SIDO) merancang strategi untuk mendongkrak kinerja tahun ini, usai penjualan dan laba bersih 2023 turun.
Sebuah iklan Tolak Angin produksi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) terpampang di sebuah warung pinggir jalan di Jakarta, Minggu (16/2/2014). Bloomberg/Dimas Ardian
Sebuah iklan Tolak Angin produksi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) terpampang di sebuah warung pinggir jalan di Jakarta, Minggu (16/2/2014). Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) tengah merancang strategi untuk mendongkrak kinerja di tahun ini, setelah mencatatkan kinerja kurang impresif sepanjang 2023 karena membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih.

Manajemen SIDO mengatakan, meskipun terdapat pertumbuhan yang signifikan pada kuartal IV/2023, secara keseluruhan penjualan tahun 2023 masih mengalami penurunan sekitar 7,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

"[Hal itu] sebagai akibat dari melemahnya daya beli dan inflasi pangan yang cukup tinggi di tahun 2023," ujar manajemen SIDO dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (20/2/2024).

Namun, di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang, SIDO masih mampu mempertahankan pangsa pasar khususnya untuk produk unggulannya yakni Tolak Angin yang menguasai 72% pangsa pasar hingga akhir tahun 2023.

Alhasil, di tengah berbagai tantangan tahun 2023, SIDO membeberkan strategi perseroan yaitu tetap akan melanjutkan inovasi dengan memperluas portofolio produknya, seperti Alang Sari Cool (produk RTD), Sido Muncul Vitamin C+D (produk VCD/RTD), Esemag (Herbal), Sari Kunyit Plus (Herbal), dan Female Balance (Herbal). 

Manajemen SIDO mengatakan bisnis RTD tumbuh sebesar 42% dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh sambutan positif terhadap peluncuran Alang Sari Cool dan VCD. 

Ditinjau kinerjanya per kuartalan, SIDO membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal IV/2023 atau naik lebih dari 70% quarter-on-quarter (QoQ) dibandingkan kuartal III/2023. Penjualan ekspor juga mengalami pertumbuhan lebih dari 80% secara QoQ.

"Dari sisi profitabilitas, Gross Profit Margin [GPM] tetap stabil di angka 57% pada akhir tahun 2023, sedikit mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya," jelasnya.

Sementara itu, biaya operasional yang terdiri dari biaya promosi dan iklan serta biaya administrasi & umum mengalami penurunan sebesar 2,4% sebagai hasil dari efisiensi biaya dengan margin laba operasional inti sebesar 35%. 

Namun, secara keseluruhan per 31 Desember 2023, emiten berkode SIDO ini mencetak penjualan sebesar Rp3,56 triliun turun 7,75% year-on-year (yoy) dari pendapatan di periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp3,86 triliun. 

Beban pokok penjualan Sido Muncul juga menurun menjadi Rp1,54 triliun pada 2023 dibandingkan dengan Rp1,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, laba bruto perseroan sepanjang 2023 tercatat turun menjadi Rp2,01 triliun dari posisi Rp2,16 triliun di 2022.

Dengan demikian, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang 2023 menjadi Rp950,64 miliar pada akhir 2023, atau turun 13,95% yoy dari periode yang sama tahun 2022 Rp1,10 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper