Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Diyakini Tidak Terpengaruh

IHSG diyakini tidak terpengaruh oleh keputusan The Fed yang kembali menahan suku bunga acuan di kisaran 5,23%-5,5%.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diyakini tidak terpengaruh oleh keputusan The Fed yang kembali menahan suku bunga acuan di kisaran 5,23%-5,5%.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, memandang bahwa IHSG tidak akan terpengaruh oleh keputusan The Fed karena indeks saat ini lebih ditopang oleh perilisan laporan keuangan emiten untuk tahun 2023.

“Selain itu, langkah The Fed juga sudah price in oleh pasar dalam sepekan terakhir, di mana IHSG melemah dan terjadi net sell,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (1/2/2024).

Pekan lalu, IHSG ditutup melemah 1,25% ke 7.137,08 pada periode 22 Januari – 26 Januari 2024. Di tengah penurunan itu, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp1,05 triliun. Adapun sepanjang 2024 investor asing membukukan nilai beli bersih sebesar Rp5,78 triliun.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan bahwa The Fed juga diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuannya pada Maret mendatang. Menurutnya, hal tersebut juga sudah diekspektasikan oleh pasar.

“Secara teknikal pun, kami memperkirakan IHSG masih berada pada fase downtrendnya dan hal ini akan lebih terkonfirmasi apabila IHSG break dari area support di 7092-7099, di mana berikutnya IHSG akan menguji ke rentang 6925-7021 sebagai skenario terburuk,” tuturnya.

Dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir Rabu (31/1/2024) waktu AS, The Fed memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga acuan federal fund rate (FFR) pada level 5,25%-5,5%.

Namun, FOMC menunjukkan sikap tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga, hingga mendapatkan keyakinan lebih besar bahwa inflasi bergerak menuju target 2%.

“Berdasarkan pertemuan hari ini, saya tidak berpikir kemungkinan komite akan mencapai tingkat kepercayaan diri pada saat pertemuan bulan Maret 2024,” ungkap Jerome Powell.

Meskipun Powell mengakui bahwa penurunan inflasi secara dramatis terlihat dalam beberapa bulan terakhir, tetapi dia berulang kali menekankan perlunya melihat lebih banyak data yang mengonfirmasi tren penurunan tersebut.

_________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper