Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Menguat, Saham BBRI, BBCA, dan GOTO Naik Awal Februari

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (1/2/2024). Sejumlah saham seperti BBRI, BBCA, hingga GOTO dibuka menguat.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (1/2/2024). Sejumlah saham seperti BBRI, BBCA, hingga GOTO dibuka menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di posisi 7.211 dan melesat ke posisi tertinggi 7.223 sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 107 saham menguat, 106 saham melemah, dan 251 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau naik menjadi Rp11.450 triliun.

Saham BBRI terpantau melesat 1,75% ke Rp5.800. Kemudian disusul BBCA dan GOTO yang naik masing-masing 0,52% ke level Rp9.600 dan 3,41% ke level Rp91.

Saham lain yang menguat pada pagi ini adalah saham TLKM yang naik 0,76% ke level Rp3.990 dan BRPT yang naik 1,42% ke level Rp1.075.

Sementara itu, saham lainnya dibuka melemah seperti saham PTMP yang hari ini resmi masuk menjadi anggota konstituen LQ45. Saham PTMP dibuka melemah 14,15% ke level Rp182 per saham. 

Saham lain yang juga melemah adalah saham MEDC, AMMN, dan UNTR yang turun masing-masing 2,05%, 0,66%, dan 1,09%.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG rawan aksi jual di Kamis (1/2/2024), meski secara teknikal sudah berhasil kembali ke atas level psikologis 7200 di Rabu (31/1/2024). 

Phintraco Sekuritas memperkirakan faktor eksternal yang mempengaruhi gerak IHSG diperkirakan cukup dominan pada hari ini (1/2/2024).

Pertama, keputusan dan pernyataan Kepala the Fed, Jerome Powell (31/1/2024) relatif sesuai dengan ekspektasi pasar. Respons pasar yang cukup agresif relatif mengejutkan. 

Kedua, indeks manufaktur Tiongkok yang masih berada di bawah 50 di Januari 2024 juga sebetulnya sesuai dengan ekspektasi pasar. 

Pasar di Indonesia mungkin akan memiliki pandangan yang beragam terhadap kedua hal ini. 

Ketiga, inflasi di Jerman turun ke 2,9% yoy di Januari 2024 dari 3,7% yoy di Desember 2023. Hal ini dapat meningkatkan pressure kepada ECB untuk mulai mempertimbangkan terkait peluang pemangkasan di 2024.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi data inflasi di hari ini (1/2/2024) dan pertumbuhan ekonomi di awal pekan depan (5/2/2024).

Sementara itu, Tim Riset Yugen Bersinar Sekuritas mengatakan perkembangan pergerakan IHSG memasuki Februari 2024 terlihat masih berada dalam rentang konsolidasi wajar.

Adapun sentimen dalam negeri berupa rilis data inflasi yang diperkirakan akan ada sedikit kenaikan terlihat masih menunjukkan keadaan perekonomian yang cukup stabil di tengah bergejolaknya nilai tukar.

“Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan Investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan pemilihan tepat terhadap saham saham yang berfundamental kuat, hari ini IHSG berpotensi menguat,” ungkapnya.

Mereka merekomendasikan beberapa saham seperti KLBF, ASII, AALI, UNVR dan BBCA.

----------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper