Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Sesi I Melorot ke 7.227, Saham Konglomerat ADRO, TPIA hingga AVIA Anjlok

IHSG melorot ke level 7.277 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini (29/12/2023). Sejumlah saham konglomerat seperti ADRO, TPIA hingga AVIA terpantau anjlok.
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot ke level 7.277,48 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Jumat, (29/12/2023). Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham milik konglomerat seperti ADRO, TPIA hingga AVIA terpantau ambles siang ini.

Mengacu data RTI Business pukul 12.00 WIB, IHSG parkir di posisi 7.277,48 pada akhir sesi I, turun 0,36% atau 26,40 poin dari penutupan perdagangan sesi sebelumnya. Indeks komposit bergerak di rentang 7.262 hingga 7.312 pada perdagangan siang hari ini.

Sebanyak 7,16 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp3,67 triliun dalam 498.11 kali transaksi. Sebanyak 205 saham yang menguat, saham yang melemah sebanyak 288 dan saham stagnan sebanyak 249.

Sejumlah saham milik konglomerat terpantau ambles siang ini, seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) milik Boy Thohir yang anjlok 6,98% ke level Rp2.400 per saham. Disusul oleh saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) milik taipan Prajogo Pangestu yang turun 5,42% atau 325 poin ke posisi Rp5.675 per saham. Adapun saham konglomerat Hermanto Tanoko PT Avia Avian Tbk. (AVIA) juga terkoreksi 3,77% atau 55 poin ke level Rp525 per saham.

Sementara emiten big caps yang parkir di zona hijau antara lain, saham AMMN yang naik 1,97% ke level Rp3.850 per saham. Saham ANTM juga terpantau menguat 0,58% atau 10 poin ke posisi Rp1.725 per saham. Tak ketinggalan saham ASII juga terapresiasi 0,45% atau 25 poin ke harga Rp5.625 per saham.

Sementara itu, dari jajaran saham tercuan atau top gainers diisi oleh PT Bekasi Asri Pemula Tbk. (BAPA) yang melesat 34% ke level Rp67 per saham. Disusul saham PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) yang terbang 23,13% ke level Rp181 per saham. Dan posisi ketiga emiten tercuan adalah saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX) yang menguat 21,43% ke posisi Rp306 per saham.

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menyampaikan pada perdagangan Kamis (28/12/2023), IHSG ditutup naik 0,80% atau 57,97 poin ke level 7.303,88.

"Hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dalam range 7.260-7.380," paparnya dalam publikasi riset.

Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG menguat dalam 3 hari beruntun. Penguatan tersebut sejalan dengan inflow investor asing di pasar ekuitas domestik.

Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat net buy di seluruh pasar senilai Rp1,06 triliun. Secara year to date (ytd), IHSG mampu mencetak kenaikan 6,62% (28/12/23).

Akselerasi IHSG sejalan dengan solidnya pertumbuhan ekonomi domestik di tengah volatilitas ekonomi global. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi portofolio domestik.

Dalam riset berbeda, Phintraco Sekuritas memprediksi resistance IHSG pada hari ini akan berada pada level 7.350 dengan support pada 7.250.

"Dengan demikian, penguatan IHSG akan cenderung terbatas pada pivot area 7.280-7.320," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas, Kamis (28/12/2023).

Dari dalam negeri, sentimen datang dari perdagangan yang lebih singkat menyusul libur pergantian tahun, serta minimnya sentimen yang memicu sikap hati-hati pelaku pasar.

Hal ini menurut Phintraco Sekuritas terlihat dari penurunan volume transaksi pada perdangangan di Rabu (27/12/2023) dan Kamis (28/12/2023). Oleh karena itu, indikasi konsolidasi berpotensi terjadi pada perdagangan akhir Desember 2023.

Di sisi lain, pelaku pasar cenderung mencermati pergerakan indeks Wall Street dan nilai tukar rupiah menyusul kondisi ekonomi terbaru AS. Ketiga indeks utama Wall Street mencatatkan rally hingga perdagangan Rabu (27/12/2023), sementara nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan sebesar 0,065% ke level Rp15.415 per dolar AS di Kamis (28/12/2023) sore.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper