Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham-Saham Potensial Cuan saat Santa Claus Rally

Analis melihat terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai investor di tengah Santa Claus Rally di tengah kenaikan sejumlah saham.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi window dressing di akhir tahun atau Santa Claus Rally berpeluang terjadi di akhir tahun ini. Analis melihat terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh investor. 

Technical Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan pelaku pasar perlu mewaspadai adanya koreksi jangka pendek pada IHSG seiring dengan Santa Claus Rally ini. Hal ini karena IHSG yang telah mengalami kenaikan dan sempat menyentuh All Time High (ATH) pada level 7.215.

"Kenaikan IHSG didorong oleh naiknya saham-saham Grup Barito yakni TPIA, CUAN, BREN, hingga BRPT," kata Andhika, Senin (18/12/2023). 

Menurutnya investor perlu mewaspadai koreksi di saham-saham tersebut karena adanya aksi profit taking. Sebagai informasi, emiten-emiten milik Prajogo Pangestu terbang ke level All Time High (ATH) pada tahun ini. 

Saham TPIA misalnya, terbang ke level ATH pada posisi Rp5.450 per saham. Lalu BRPT naik ke posisi ATH pada level Rp1.950, BREN pada level Rp8.175, dan CUAN pada posisi Rp13.750. 

Meningkatnya saham-saham milik Prajogo Pangestu ini juga mendorong laju IHSG dan kapitalisasi pasar IHSG. Kapitalisasi pasar IHSG terangkat ke level Rp11.460 triliun yang salah satunya disebabkan oleh dorongan saham milik Prajogo Pangestu, yakni BREN. 

Adapun Andhika merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham yang akan terkena dampak potensi penurunan suku bunga dan saham-saham big caps yang menurutnya masih lagging.

Andhika juga mencermati Santa Claus Rally ini dapat berpeluang melanjutkan tren positif IHSG dan membawa IHSG mengalami January Effect.

"Akan ada peluang untuk IHSG [mengalami January Effect] setelah selesai mengalami koreksinya dan berpeluang rebound pada bulan Januari," ucapnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper