Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Sinyal IHSG Rawan Koreksi Sekalipun The Fed Tahan Suku Bunga AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan terkoreksi secara teknikal sekalipun ditopang sentiment pemangkasan suku bunga oleh The Fed
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan terkoreksi secara teknikal sekalipun ditopang sentiment pemangkasan suku bunga oleh The Fed, Kamis (14/12/2023).

Tim riset MNC Sekuritas menyatakan IHSG terkoreksi 0,7% ke 7.075 pada perdagangan kemarin, Rabu (13/12/2023). Pasalnya penurunan indeks komposit disertai dengan munculnya volume penjualan, namun demikian koreksi IHSG tertahan oleh MA20.

“Selama IHSG belum mampu untuk menembus 7.201 sebagai resistance terdekatnya, maka posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada di awal wave (ii) dari wave [iii] pada label hitam, sehingga IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji area terdekatnya di 7.032 hingga 6.854,” ungkap tim.

Tim riset MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham seperti HMSP, HRUM, PTRO, WIFI.

Head of Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG diperkirakan fluktuatif pada pivot 7.050 besok. IHSG besok berada di level resistance 7.100, pivot di 7.050 dan support di posisi 7.000. 

“Aksi jual selektif pada sejumlah saham teknologi dan bank digital menjadi salah satu faktor yang menekan IHSG di perdagangan hari ini Rabu (13/12/2023),” katanya dalam riset harian, dikutip Rabu (13/12/2023). 

Valdy mengatakan pergerakan IHSG di Kamis diperkirakan merefleksikan respon pelaku pasar terhadap keputusan FOMC the Fed. Pasar berspekulasi terhadap potensi petunjuk peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh Kepala the Fed, Jerome Powell.

Dari data ekonomi, pelaku pasar mengantisipasi data-data ekonomi Tiongkok, termasuk produksi industri dan investasi aset tetap, serta realisasi Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) di November 2023. 

Seiring dengan prediksi tersebut, Valdy merekomendasikan beberapa saham, dengan pandangan potensi buy on support pada saham-saham bank, terutama BBCA, BBNI, BBRI dan BMRI. Alternatif diluar saham bank adalah potensi speculative buy pada ANTM, MAPI, UNVR, BRIS dan EMTK.

Adapun pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup turun 0,70% atau 49 poin ke posisi 7.075. Sepanjang perdagangan Indeks Komposit bergerak di level 7.125 hingga 7.045. 

--------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper