Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Blue Bird (BIRD) Optimis Kinerja 2024 Moncer, Segmen Non-Taksi Digenjot

Emiten taksi milik keluarga Djokosoetono, PT Blue Bird Tbk. (BIRD), optimistis akan menorehkan kinerja moncer pada 2024 mendatang.
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten taksi milik keluarga Djokosoetono, PT Blue Bird Tbk. (BIRD), optimistis akan menorehkan kinerja moncer pada 2024 mendatang. Selain lini bisnis taksi, perseroan juga akan menggenjot segmen non-taksi.

Wakil Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono mengatakan di tengah banyaknya korporasi yang masih wait and see pada tahun Pemilu 2024, namun kinerja sektor transportasi menurutnya akan tetap stabil. BIRD pun menargetkan pertumbuhan hingga dua digit.

"Kami memang mengejar dua digit ya. Nah bisa lihat nanti dari laporan kuartal IV/2023 kami saja, itu kelihatan pertumbuhan kami untuk tahun ke depan berapa," kata Sigit saat ditemui di kantornya pada Senin, (11/12/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini kontribusi dari lini bisnis taksi masih mendominasi hingga 70% dari total pendapatan perseroan. Oleh sebab itu, BIRD juga ingin memperluas cakupan segmen bisnis non-taksi ke depannya.

"Target k depannya kontribusi terhadap non-taksi akan diperluas lagi karena memang opportunity-nya banyak di sana," katanya.

Sejauh ini, ekspansi di segmen non-taksi terus digenjot oleh perseroan. Misalnya, pada kuartal III/2023, perseroan ikut mencuil kue di bisnis mobil bekas dengan meluncurkan BirdMobil. 

Ekspansi juga dilakukan di segmen Cititrans sebagai lini bisnis Blue Bird yang menyediakan layanan shuttle antar kota dengan membuka outlet baru di wilayah Gading Serpong, Tangerang.

"Ke depan, ada penambahan untuk kendaraan bus, itu juga untuk yang non-taksi. Shuttle service kami ada banyak lalu rental car juga kami bertambah, dan juga untuk kontrak juga akan kami perluas. Jadi itu bisnis non-taksi dan corporate yang kami tambah strateginya begitu,” tuturnya.

Sebagai informasi, BIRD menyiapkan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp2 triliun pada 2024 mendatang. Perseroan juga menargetkan bakal menambah dan meremajakan sebanyak 5.000 unit taksi pada 2024. Sedangkan armada taksi listrik ditarget sebanyak 500 unit.

Seiring dengan kinerja moncer yang diproyeksikan, BIRD berjanji akan membagikan dividen tahun buku 2023 kepada pemegang sahamnya pada tahun depan. Perseroan perlu menunggu restu dari para pemegang saham, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang estimasinya akan digelar sekitar kuartal II/2024.

Sebagai pengingat, pada 21 Juli 2023, BIRD telah membagikan dividen tahun buku 2022 sebesar Rp180,15 miliar atau Rp72 per saham. Angka rasio pembayaran atau dividend payout ratio (DPR) setara 50,27% dari laba bersih sepanjang 2022 yang tembus Rp358,35 miliar.

“Iya nanti kita lihat, rasio kami kan memang sampai 50% dan perusahaan tetap komitmen akan bagikan dividen. Tapi pengalaman ini kan jumlahnya kira-kira mirip ya dari sisi persentase, jadi mudah-mudahan bisa lebih baik,” pungkas Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper