Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sentimen TikTok Nggak Berpengaruh ke GOTO, IHSG Dibuka Melemah

IHSG mengalami koreksi 11 poin atau 0,16% pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (7/12/2023). Saham GOTO melemah sekalipun mendapatkan sentimen dari Tiktok.
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 11 poin atau 0,16% pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (7/12/2023). Saham GOTO melemah sekalipun mendapatkan sentimen dari Tiktok.

IHSG terkoreksi ke posisi 7.075 akibat ditekan oleh 230 saham yang mengalami pelemahan. Beberapa saham yang melemah adalah GOTO 4,35%, AMMN 2,33% dan BMRI 0,43%.

Sementara itu terdapat 178 saham yang menguat dan 207 saham yang stagnan. Beberapa saham yang menguat diantaranya adalah BRPT 8,78% dan PTRO 19%.

Sementara itu investor terpantau melakukan 180.000 transaksi yang meliputi 3,41 triliun saham. Berdasarkan data RTI, nilai itu setara dengan Rp1,5 triliun.

Analis RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan indeks komposit berisiko melemah. “IHSG terlihat melakukan koreksi teknikal untuk menguji support garis MA5 disertai volume,” ungkapnya dalam riset, Kamis (7/12/2023).

Menurutnya jika IHSG breakdown support garis MA5 maka indeks komposit berpeluang untuk kembali membuat Lower Low (LL) level menguji support MA20 sekaligus support bearish channel-nya.

“Namun jika bertahan diatas garis MA5 maka berpeluang untuk kembali rebound dan melanjutkan fase bullish-nya. Range pergerakan IHSG saat ini berada dikisaran 7.000 hingga 7.150,” ungkapnya.

Tim riset MNC Sekuritas memperkirakan selama IHSG belum mampu menembus 7.150 sebagai resistancenya. Maka saat ini diperkirakan IHSG sedang membentuk wave (ii) dari wave [iii]. Adapun area koreksi IHSG terdekatnya diperkirakan berada di 6.954-7.029 untuk pada label hitam.

Tim riset Phintraco Sekurias menyampaikan IHSG berpotensi konsolidasi dalam rentang 7.050-7.100 pada Kamis (7/12/2023). Secara teknikal Stochastic RSI telah memasuki overbought area.

Dari eksternal, data Continuing Jobless Claims turun menjadi 1.91 juta untuk minggu yang berakhir pada 25 November dari sebelumnya di 1.92 juta. Jumlah data pengangguran ini menunjukkan bahwa kondisi sektor ketenagakerjaan di AS relatif stabil.

"Kondisi ini tidak mempengaruhi kemungkinan The Fed untuk menahan suku bunga acuan pada FOMC Desember mendatang," jelas tim riset.

Selain itu, investor juga menanti rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III/2023 di Euro Area yang diperkirakan terkontraksi ke -0.1% qoq dari sebelumnya 0.2% qoq.

Investor memperkirakan The Fed maupun ECB akan menahan suku bunga acuan pada Desember 2023 sehingga membangun keyakinan bahwa BI akan mengambil langkah serupa. Kondisi ini memicu penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp15.490 per dolar AS hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper