Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Intip Prospek Saham BUMN SIG (SMGR) dan Kalbe Farma (KLBF)

Pergerakan saham dua emiten BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) diproyeksi masih dalam fase penurunan.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan saham dua emiten BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) diproyeksi masih dalam fase penurunan.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan bahwa secara teknikal, saham SMGR masih berada dalam fase downtrend. Dia pun menyematkan rekomendasi speculative buy untuk saham SMGR dengan support di level Rp6.375 dan resistansi di Rp6.575.

“Kami mencermati pergerakan SMGR masih berada pada fase downtrend, namun tertahan oleh MA20. Cermati MACD dan Stochastic yang belum menunjukkan tanda pembalikan arah [menguat],” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (28/11/2023). 

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham SMGR ditutup melemah sebesar 1,54% menuju level Rp6.400. Dalam kurun sebulan terakhir, saham emiten semen ini menguat 4,92% tetapi melemah 2,66% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD). 

Sementara itu, Herditya mencermati bahwa saham Kalbe Farma atau KLBF juga masih berada di fase penurunan. Hal ini terlihat dari pergerakan indikator, baik MACD dan Stochastic yang terlihat masih rawan koreksi menuju area negatif.

Dia pun merekomendasikan saham KLBF buy on weakness dengan level support berada pada angka 1.500 dan resistansi pada level 1.640. Adapun harga saham KLBF hari ini juga ditutup melemah 1,23% menuju posisi Rp1.605 per lembar.

Dalam perkembangan lain, SIG sampai dengan kuartal III/2023 tercatat menguasai lebih dari 50% pangsa pasar semen di Indonesia. Penguatan inovasi menjadi strategi perseroan untuk mempertahankan dominasi tersebut.

Direktur Keuangan dan Manajemen Portofolio, Andriano Hosny Panangian mengatakan SIG terus memperkuat inovasi untuk menghasilkan produk bahan bangunan bermutu, layanan berkualitas, serta menciptakan peluang-peluang baru.

Langkah tersebut, lanjutnya, bertujuan meningkatkan daya saing, mencapai efisiensi dan operasional berkelanjutan, serta meningkatkan profitabilitas dari perusahaan.

Sementara itu, Kalbe Farma berkomitmen membagikan dividen tunai kepada pemegang saham secara rutin dengan rasio mencapai 45% - 55% dari laba bersih.

Chief Financial Officer KLBF Kartika Setiabudy mengatakan bahwa terkait dengan dividen, perseroan mempunyai kebijakan untuk selalu membagikan dividen secara di setiap tahunnya dengan kisaran rasio 45% hingga 55% dari laba. 

“Komitmen ini yang kami pegang juga ke depan supaya kami bisa memberikan hasil atau return yang baik kepada para pemegang saham,” ujarnya. 

Pada tahun ini, emiten farmasi tersebut telah membagikan dividen dengan total nilai mencapai Rp1,76 triliun untuk tahun buku 2022 dengan pembayaran berlangsung pada 31 Mei 2023. Adapun total dividen ini setara dengan Rp38 per saham. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper