Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ESG INITIATIVES : Korporasi Berlomba Pacu Inisiatif Hijau

Meningkatnya komitmen korporasi di Tanah Air untuk mengadopsi prinsip environmental, social, and governance (ESG) mendorong lahirnya inisiatif-inisia­tif hijau
Ilustrasi kredit hijau atau green financing. Dok Freepik
Ilustrasi kredit hijau atau green financing. Dok Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatnya komitmen korporasi di Tanah Air untuk mengadopsi prinsip environmental, social, and governance (ESG) mendorong lahirnya inisiatif-inisia­tif hijau untuk menurunkan emisi karbon.

ESG merujuk pada tiga faktor sentral pengukuran dampak keberlanjutan, yakni lingkungan, sosial, dan tata kelola. Penerapan ESG yang telah menjadi komitmen masyarakat global menjadi indikator penting bagi investor dalam menentukan keputusan investasinya.

Juniati Gunawan, Head of Trisakti Sustainability Center, menjelaskan ESG merupakan bagian yang terintegrasi dengan performa perusahaan sehari-hari. Saat ini, aspek ESG menjadi perhatian beragam pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, hingga investor.

“ESG itu sebetulnya pengukuran. Kalau perusahaan punya data yang terverifikasi atas ESG yang diterapkan, perusahaan bisa mengambil keputusan untuk meningkatkan dan memperbaiki performa,” jelasnya kepada Bisnis.

Secara sektoral, Juniati menilai penerapan ESG di sektor perbankan mengalami perkembangan positif. Hal itu tak terlepas dari langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong aspek ESG sektor keuangan.

Salah satunya lewat terbitnya Peraturan OJK No.51/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Beleid itu mencakup kewajiban penyampaian sustainability report dan sustainable financing.

Selain itu, OJK juga menerbitkan Taksonomi Hijau Indonesia pada 2022. Taksonomi Hijau diharapkan dapat membantu proses pemantauan berkala dalam implementasi penyaluran kredit/pembiayaan/investasi ke sektor hijau dan mencegah potensi pelaporan aktivitas hijau yang kurang tepat (greenwashing).

Di sisi internal korporasi, Juniati menekankan bahwa ESG harus dimulai dari tata kelola perusahaan dan masuk ke dalam struktur organisasi. Korporasi didorong punya komitmen untuk mendedikasikan tim untuk ESG yang berada di bawah direktur khusus agar keputusan dapat diambil secara top down.

Setelah itu, lanjutnya, korporasi dapat membuat pemetaan data, peluang, dan risiko sebagai dasar untuk menentukan target dan strategi ESG perusahaan.

Saat ini, korporasi di Indonesia telah meluncurkan berbagai inisiatif yang mendukung visi Indonesia untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060. Sejalan dengan itu, Bank Mandiri menunjukkan komitmennya dengan membentuk unit kerja khusus ESG sebagai control tower untuk mencapai NZE dari aktivitas operasional pada 2030.

Dalam pilar sustainable operation, Bank Mandiri melakukan langkah strategis dengan mengeluarkan digital carbon tracking untuk menghitung dan memonitor emisi yang dihasilkan Bank Mandiri.

Selain itu, Bank Mandiri juga menerapkan carbon netral initiatives, antara lain melakukan restorasi dan konservasi lahan melalui penanaman pohon, pemanfaatan 126 EV sebagai kendaraan operasional, 241 smart branch yang full LED light, serta instalasi 556 solar panel dan reverse osmosis di tiga gedung.

Sementara dalam penyaluran pembiayaan hijau, bank dengan sandi bursa BMRI ini memiliki kebijakan ESG secara spesifik untuk setiap sektor, yakni berupa ESG Credit Policy. Untuk debitur di sektor kelapa sawit (crude palm oil/CPO), misalnya, Bank Mandiri mensyaratkan adanya sertifikat atau bukti pendaftaran ISPO/RSPO.

Sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik, Bank Mandiri akan menggelar Mandiri Sustainability Forum (MSF) pada 7 Desember 2023. Kegiatan ini merupakan kepedulian Bank Mandiri untuk mengajak para pemangku kepentingan memahami implementasi ESG dan green project emission reduction korporasi, dinamika serta tren masa depan.

Forum yang telah diselenggarakan 2 tahun berturut-turut ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya penerapan prinsip ESG di kalangan pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, investor, dan pemangku kepentingan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper