Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos VKTR Anindya Bakrie Temui Dubes Inggris, Kebut Ekosistem Kendaraan Listrik

Grup Bakrie dan Kedubes Inggris juga mengulas kerja sama dalam Konsorsium Indo-Pasific Net Zero Battery Minerals. 
Direktur Utama dan CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya Bakrie di di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Sabtu (2/9/2023). JIBI/Akbar Evandio
Direktur Utama dan CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya Bakrie di di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Sabtu (2/9/2023). JIBI/Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA - Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Anindya Bakrie menemui Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO di Kedubes Inggris, Jakarta untuk membahas percepatan ekosistem kendaraan listrik.

Anindya mengatakan, dirinya hadir dalam kapasitas perwakilan Bakrie Group, ditemani oleh CEO VKTR Gilarsi W. Setijono, serta CSO VKTR Alex Kim.

Sedangkan di pihak Kedubes Inggris, hadir Country Director Indonesia untuk Department for Business and Trade, Sophie Freeland-Haynes dan Deputy Director DBT/Head of Trade Investment and Promotion, Laurie Dobson.

"Selama pertemuan ini, kami membahas berbagai hal, termasuk upaya Bakrie Group melalui VKTR dalam membantu mempercepat terjadinya adopsi penggunaan kendaraan listrik beserta ekosistem elektrifikasi di Indonesia," ujar Anindya melalui akun Instagramnya, @anindyabakrie dikutip Kamis (26/10/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam rangka meningkatkan kerja sama dan aliansi untuk melakukan mitigasi terhadap perubahan iklim di Indonesia dan United Kingdom (UK), pihak Grup Bakrie dan Kedubes Inggris juga mengulas kerja sama dalam Konsorsium Indo-Pasific Net Zero Battery Minerals. 

"Kami bermitra dengan perusahaan di Inggris untuk langsung menyediakan mineral penting ke Inggris. Selain itu, kami berbicara mengenai pentingnya membangun talenta dalam memajukan ekosistem kendaraan listrik serta berbagi ide mengenai peluang kerja sama serta program pertukaran," kata dia.

Sebagai informasi, ada nama salah satu bangsawan Inggris yang masuk dalam jajaran komisaris VKTR yakni Lord Aamer Sarfraz, seorang pengusaha dan politisi Inggris-Pakistan yang dinominasikan ke House of Lords of the United Kingdom atau Dewan Kebangsawanan Britania Raya pada 31 Juli 2020.

Kendati demikian, menurut Anindya salah satu tantangan pengembangan ekosistem kendaraaan listrik di Indonesia yaitu mahalnya harga komponen baterai. Penyebabnya, hingga kini belum adanya ekosistem produksi sel baterai yang mumpuni, karena teknologinya masih dikuasai oleh China.

"Kalau bikin baterai materialnya, kita sudah mulai bisa, sudah mulai banyak di Indonesia yang berbasis nikel. Tapi untuk membuat baterai selnya, itu teknologinya sekarang yang menguasai masih China. Jadi memang itulah komponen yang termahal," ujar Anindya dalam acara BNI Investor Daily Summit, Rabu (25/10/2023).

Adapun, VKTR yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2023 lalu itu juga merintis pembangunan pabrik bus dan truk listrik yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah dengan rencana tahap awal kapasitas perakitan sebesar 500 unit per tahun, diiringi peningkatan kapasitas setiap tahunnya. 

VKTR menargetkan kapasitas produksi hingga lebih dari 3.000 unit per tahun. Perseroan juga berupaya dapat memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pasalnya, saat ini perseroan masih mengimpor utuh (completely built up/CBU) bus listrik BYD dari China. Bus listrik tersebut digunakan untuk armada TransJakarta dan kini sudah berjumlah kurang lebih 52 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper