Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyebab IHSG Anjlok 1,71% ke level 6.700-an dan Bursa Asia Kompak Lesu

IHSG hari ini anjlok di tengah berbagai sentimen domestik dan global seperti persiapan Pemilu 2024 hingga perang Israel-Hamas.
IHSG hari ini anjlok di tengah berbagai sentimen domestik dan global seperti persiapan Pemilu 2024 hingga perang Israel-Hamas. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
IHSG hari ini anjlok di tengah berbagai sentimen domestik dan global seperti persiapan Pemilu 2024 hingga perang Israel-Hamas. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok pada pagi ini, Senin, (23/10/2023) di tengah berbagai sentimen yang menerpa, baik dari domestik seperti pendaftaran capres-cawapres jelang Pemilu 2024 2024 hingga sentimen global seperti konflik Israel-Hamas yang kian memanas.

Berdasarkan data RTI Business pukul 10.20 WIB, IHSG ambles 1,71% atau 116,85 poin ke level 6.732,31. Sepanjang pagi ini, indeks komposit bergerak di rentang 6.730-6.853.

Pada pagi ini, terpantau sebanyak 420 saham melemah, 119 saham menguat, dan 156 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.460 triliun.

Di lain sisi, bursa kawasan Asia juga kompak berada di zona merah, seperti indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,81%, Shanghai Composite Index China terkoreksi 0,96%, dan Straits Times Index Singapore turun 0,24%. Sedangkan Hang Seng Index Hongkong terpantau stagnan.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan, salah satu penyebab IHSG lesu yakni ekskalasi konflik di Timur Tengah antara Israel Hamas mulai merembet ke negara-negara lain.

Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden berkunjung ke Israel untuk menyampaikan solidaritas bersama Israel, tak lama kemudian AS mengirim kapal induk terbesar ke perairan Israel untuk mendukung pasukan di sana. Kemudian pada Minggu, (22/10/2023), giliran China yang menyiagakan enam kapal perang untuk menegaskan dukungan mereka kepada Palestina.

Selain sentimen dari eksternal, menurut Liza faktor domestik seperti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Kamis, (19/10/2023) yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan ke level 6% untuk pertama kalinya sejak Januari 2023 menimbulkan kekecewaan di pasar.

"Kekecewaan pasar ketika RDG BI pekan lalu putuskan untuk naikkan suku bunga BI7DRR sebesar 25bps ke level 6% demi usaha stabilisasi rupiah, yang kelihatannya tak bertaji. Malah bikin sentimen market tambah suram," ujar Liza kepada Bisnis, Senin, (23/10/2023).

Terbukti, berdasarkan data Bloomberg dikutip Senin, (23/10/2023) pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 0,12% atau 19 poin ke level Rp15.891 per dolar AS, setelah ditutup lesu pada perdagangan akhir pekan lalu. Sementara itu, indeks mata uang Negeri Paman Sam terpantau menguat 0,05% ke posisi 106,21 pada pagi ini.

Selain itu, kondisi dalam negeri juga mulai memasuki proses penyelenggaran pemilihan presiden yakni, pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU, dengan pemenang yang baru akan diumumkan pada 2024.

Adapun saat ini, seluruh kandidat capres telah menentukan pasangannya untuk berlaga di Pemilu 2024, di antaranya yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan terbaru, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Alhasil, saham terafiliasi Menteri BUMN Erick Thohir, PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) dan PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) terpantau ramai dijual oleh investor seiring dengan batalnya Erick sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Mengacu data RTI pukul 09.03 WIB, saham MARI ambles 34,38% ke level Rp84 menyentuh auto rejection bawah (ARB). Sedangkan saham ABBA turun 10% ke posisi Rp81 per saham.

Padahal, pada pekan lalu tanggal 18-19 Oktober 2023, saham MARI dan ABBA ramai diborong oleh investor hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) ketika nama Erick Thohir digadang-gadang menjadi cawapres Prabowo Subianto. 

Namun kini tampaknya harapan publik kandas lantaran Prabowo memilih putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya pada Pemilu 2024.

Macro Strategist Samuel Sekuritas Lionel Priyadi merekomendasikan investor untuk take profit di saham ABBA dan MARI setelah Erick Thohir gagal menjadi cawapres Prabowo Subianto.

"Memang terlambat, karena skenario terbaik itu take profit Kamis [19/10] sore atau Jumat [20/10] pagi. Tapi sebagian besar pelaku pasar tak punya informasi ini, yang bisa dilakukan saat itu hanya berspekulasi Thohir akan gagal lalu take profit," ujar Lionel kepada Bisnis, Senin, (23/10/2023).

Senasib, saham Grup Saratoga milik Menparekraf Sandiaga Uno juga mengalami pelemahan setelah dirinya juga batal menjadi cawapres Ganjar Pranowo. 

Misalnya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) dibuka melemah 0,31% ke level Rp1.585 pada pagi ini. Diikuti PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) yang terkoreksi 1,07% ke level Rp2.770, dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) yang turun 0,53% ke posisi Rp1.875 per saham.

"Khusus saham ADRO masih bisa naik bila harga batu bara naik akibat geopolitik di Timur Tengah semakin panas," pungkas Lionel.

---

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper