Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Dolar AS Terus Membumbung, Akankah Kinerja ITMG Ikut Melambung?

Indo Tambangraya Megah (ITMG) menjelaskan dampak pelemahan rupiah terhadap kinerja pendapatan perseroan.
Indo Tambangraya Megah (ITMG) akan membayarkan dividen final ke pemegang saham pada 18 April 2023 senilai Rp6.416 per saham dengan total Rp7,27 triliun.
Indo Tambangraya Megah (ITMG) akan membayarkan dividen final ke pemegang saham pada 18 April 2023 senilai Rp6.416 per saham dengan total Rp7,27 triliun.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menyampaikan dampak penguatan dolar AS terhadap kinerja pendapatan ekspor perseroan. 

Direktur Corporate Communications and Investor Relations Indo Tambangraya Megah Yulius Gozali mengatakan transaksi ekspor ITMG mayoritas dilakukan dalam dolar AS. Oleh karena itu, perubahan nilai tukar rupiah tidak akan mempengaruhi pendapatan ekspor ITMG.

"Kami akan tetap menerapkan pengelolaan keuangan yang berhati-hati sehingga arus kas dan kondisi keuangan perusahaan tetap terjaga dengan baik dalam kondisi pelemahan rupiah," kata Yulius kepada Bisnis, Kamis (12/10/2023).

Yulius melanjutkan di tengah dinamika pasar yang berlangsung saat ini, ITMG tetap optimistis target volume produksi dan penjualan sampai dengan akhir tahun ini akan tercapai sesuai rencana. 

"Kami juga terus memantau situasi pasar dan berupaya mengoptimalkan operasional kami agar tetap efisien," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, ITMG menargetkan volume produksi batu bara tahun 2023 di kisaran 16,6 juta ton hingga 17 juta ton. Hingga semester I/2023, ITMG telah mencetak produksi batu bara sebanyak 8,2 juta ton.

Sementara itu, volume penjualan ITMG tahun ini ditargetkan sebanyak 21,5 juta ton hingga 22,2 juta ton. Penjualan ITMG sepanjang paruh pertama 2023 tercatat mencapai 9,9 juta ton.  

Sebelumnya, Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan penguatan dolar AS terhadap emiten batu bara memiliki dampak yang cukup positif terhadap penjualan ekspor batu bara.

"Namun, menurut saya hal yang relatif berdampak besar adaah bagaimana pergerakan harga batu bara global," ucap Felix, Rabu (11/10/2023).

Felix memandang harga dari batu bara global dalam jangka pendek masih ditopang oleh peningkatan harga gas alam Eropa, seiring terganggunya produksi gas akibat konflik Hamas-Israel. 

Selain itu, katalis terhadap harga batu bara menurutnya juga datang dari peningkatan permintaan untuk PLTU di India seiring naiknya permintaan listrik dan semakin dekatnya musim festival juga akan mempengaruhi harga batu bara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper