Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Memahami Right Issue dan Keuntungannya sebagai Peluang Investasi

Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang perlu dikenali oleh investor agar bisa menjadi salah satu peluang investasinya.
Ilustrasi rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda rights issue/Freepik
Ilustrasi rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda rights issue/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar modal pada bulan oktober ini diawali dengan pemberitaan terkait right issue PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) sebanyak 27 miliar lembar saham. Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang perlu dikenali oleh investor agar bisa menjadi salah satu peluang investasinya.

Right issue adalah ketika perusahaan akan memberikan penawaran saham baru kepada investor lama dengan harga khusus, biasanya harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Di Bursa Efek Indonesia (BEI) aksi korporasi ini disebut juga dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Perusahaan dapat melakukan right issue dengan berbagai tujuan. Baik itu untuk ekspansi bisnis maupun untuk melunasi utang perusahaan.

Dari sisi investor, right issue memberikan beberapa keuntungan. Salah satunya, tentu berasal dari harga khusus yang didapatkan oleh investor lama, sehingga peluang keuntungan investor akan lebih besar.

Selain itu, jika right issue tidak ditebus oleh investor, mereka masih bisa menjual saham itu pada sesi 1 perdagangan saham di bursa.

Sementara itu, dari sisi perusahaan, keuntungan yang diperoleh adalah modal yang bertambah, tanpa perlu adanya pembayaran atau beban regular. Tidak seperti ketika perusahaan meminjam dana ke bank di mana ada beban bunga dan aturan membayar utang.

Namun, dari segala keuntungan yang diperoleh, bukan berarti right issue terbebas dari risiko. Salah satunya seperti kepemilikan saham investor yang memiliki potensi terdilusi ketika saham akan ditebus atau exercise. Dilusi merupakan jumlah kepemilikan saham yang berkurang akibat adanya penambahan modal.

Selain itu, jika dana yang didapat perusahaan setelah right issue tidak sesuai target, maka kinerja perusahaan bisa memburuk. Right issue pun bisa menjadi sentimen negatif, di mana dapat diartikan sebagai perusahaan yang memerlukan dana suntikan.

Perlu diketahui, right issue memiliki jadwal yang akan diberitahukan oleh perusahaan kepada publik sebelum pelaksanaannya. Para investor perlu memperhatikan jadwal tersebut. (Daffa Naufal Ramadhan)

Berikut arti jadwal right issue saham:

-          Cum Date atau Cumulative Date: Batas akhir bagi investor untuk membeli saham dari emiten agar tercatat sebagai investor yang berhak menerima right issue.

-          Ex Date: Hari setelah cum date, investor yang baru membeli saham pada hari ini tidak berhak mendapatkan right issue.

-          Rec Date atau Recording Date: Tanggal pencatatan investor saham yang mendapatkan right issue.

-          Trading Start/End: Periode investor untuk jual beli, menebus, atau membiarkan right issue-nya di bursa saham

-          Subscription Date: Hari terakhir penebusan right issue.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper