Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gelar Private Placement, Saham GOTO Ditargetkan Tembus Rp120

Setelah mendapatkan restu dari para pemegang saham , PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengumumkan aksi korporasi yang dikenal dengan private placement.
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah mendapatkan restu dari para pemegang saham lewat RUPS Juni 2023, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengumumkan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau yang dikenal dengan private placement (PP).

Menariknya, dalam aksi korporasi tersebut, International Finace Corporation (IFC), bagian dari World Bank Group akan menjadi investornya. Tidak hanya IFC, tetapi juga ada firma investasi asal AS yaitu Franke & Company yang akan menjadi investor GOTO.

Nilai investasi dalam aksi korporasi kali ini mencapai US$ 150 juta. Mengacu pada dokumen press release yang dipublikasikan perseroan, IFC akan menggelontorkan dana sebesar US$125 juta sedangkan sisanya US$25 juta didapat dari Franke & Company.

Dalam aksi korporasi kali ini, investasi IFC dan Franke & Company ke GOTO diperantarai oleh Bhinneka dengan skema equity-linked bond atau obligasi yang berbasis saham.

Analis Sinarmas Sekuritas Michael Filbery menilai skema model ini lazim dilakukan oleh startup teknologi global. Misalnya induk Shopee yaitu Sea Group juga beberapa kali melakukan aksi pendanaan dengan model serupa.

Michael mengungkapkan pada Sea Group transaksi terstruktur serupa pernah dilakukan ketika startup teknologi yang berbasis di Singapura tersebut mengincar pendanaan mencapai US$ 6 miliar atau setara dengan Rp80 triliun jika menggunakan asumsi kurs Rp 15.000.

“Skema tersebut [equity-linked bond] menjadi alternatif solusi baik bagi issuer maupun investor. Bagi issuer cost-of-financing-nya dapat lebih rendah sehingga tidak sampai membebani keuangan perusahaan. Sementara bagi investor, mereka selain bisa mendapatkan saham dengan harga yang atraktif juga mendapatkan return dari pembayaran kupon dari instrument tersebut” kata Michael.

Michael juga menilai fundamental GOTO semakin membaik dan semakin dekat dengan profitabilitas. Di sisi lain, nilai aksi korporasi yang dilakukan GOTO lewat private placement juga relatif kecil sehingga risiko-nya masih dapat terjaga.

“Tambahan dana segar tersebut tentu dapat memperkuat working capital GOTO, sehingga akan mendukung langkah GOTO ke depan dalam menuju profitabilitas” ungkap Michael.

Investasi IFC ke GOTO bukan tanpa sebab. Dalam siaran pers yang disampaikan hari ini, Selasa (3/10/2023), GOTO mengumumkan kemitraan dengan IFC tersebut untuk mendorong inklusi keuangan dan keberlanjutan di Indonesia.

“Kami mengapresiasi kepemimpinan GoTo sebagaimana ditunjukkan melalui komitmennya menjawab tantangan perubahan iklim serta kontribusinya dalam pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelas Euan Marshall, IFC Country Manager untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Masuknya IFC sebagai salah satu investor GOTO juga dinilai positif oleh pelaku pasar. Analis Panin Sekuritas Rizal Rafly menyampaikan bahwa IFC merupakan tipe investor strategis yang memiliki horizon investasi jangka panjang.

“Positioning GOTO sebagai market leader di sektor ekonomi digital Indonesia serta komitmen perseroan untuk mengedepankan aspek ESG dan sustainabilitas menjadi faktor yang tentu diperhitungkan oleh investor strategis sekelas IFC, selain itu, fokus perseroan yang saat ini mengarah kepada profitabilitas tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi investor” jelas Rizal.

Rizal juga mengatakan aksi korporasi ini akan menambah cash runway GOTO menuju profitabilitas. Rizal tetap merekomendasikan beli untuk saham GOTO dengan target harga Rp120.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper