Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Erajaya (ERAA) Gandeng Bank Mandiri, Galang Dana Modal Kerja

PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan anak usahanya menggalang modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan anak usahanya menggalang modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Bisnis/Suselo Jati
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan anak usahanya menggalang modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan tiga anak usahanya menggalang modal kerja dengan menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Amelia Allen, Head of Legal dan Corporate Secretary Erajaya Swasembada, memaparkan perjanjian kredit dengan Bank Mandiri ditandatangani oleh perseroan, PT Erafone Artha Retailindo (EAR), PT Data Citra Mandiri (DCM), dan PT Teletama Artha Mandiri (TAM).

Ketiga entitas usaha tersebut merupakan perusahaan terkendali ERAA yang dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Nilai fasilitas setinggi-tingginya Rp3 triliun untuk fasilitas kredit modal kerja,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Senin (18/9).

Selain itu, ERAA dan entitas usahanya juga meraih fasilitas standby L/C (SBLC) maksimal US$150 juta dan fasilitas treasury line sebesar US$150 juta. Nilai fasilitas setara Rp

Amelia menambahkan jangka waktu fasilitas kredit ialah 1 tahun sejak penandatanganan perjanjian fasilitas kredit pada 15 September 2023.

“Tujuan transaksi untuk pembiayaan modal kerja digital para debitur,” imbuhnya.

Fasilitas kredit BMRI itu dinilai ERAA akan menambah kewajiban keuangan anak usaha yang sejalan dengan kinerja perseroan secara grup.

Dalam risetnya, analis Sinarmas Sekuritas Arief Machrus juga menyematkan rekomendasi beli untuk ERAA dengan target harga Rp650 per saham.

Menurutnya, ERAA berpotensi mencetak pertumbuhan valuasi pada kuartal IV/2023. Proyeksi itu sejalan dengan menguatnya daya beli, peluncuran produk ponsel pintar premium, dan ekspansi gerai.

“Pada kuartal II/2023 terdapat kekhawatiran terhadap pasokan cip dan pembatasan logam ekspor, tetapi kami yakin risiko itu sudah terkendali. Kami memperkirakan ERAA berpotensi meningkat dipandu oleh valuasi dan faktor-faktor pendorong pertumbuhan,” kata Arief.

Sinarmas Sekuritas juga menyoroti strategi ekspansi ERAA ke sektor yang terdiversifikasi, seperti lifestyle, nutrisi dan makanan, serta beauty and wellness. Langkah diversifikasi itu dinilai berpotensi memperlebar margin keuntungan ERAA ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper