Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Tertekan Jelang FOMC The Fed

Harga emas global diprediksi tertekan menjelang pertemuan The Fed atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 19-20 September 2023.
Pegawai menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas global pada pekan depan diprediksi tertekan menjelang pertemuan The Fed atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 19-20 September 2023.

Mengacu data Bloomberg, pada perdagangan akhir pekan, Jumat, (15/9/2023), harga emas kontrak Desember di divisi Comex New York Exchange naik 0,69 persen atau US$13,40 dan ditutup di level US$1.946,20 per troy ounce.

Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan, pada FOMC pekan depan, The Fed diprediksi akan menahan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) di level saat ini yaitu kisaran 5,25 persen-5,50 persen.

Meski demikian, menurutnya Ketua The Fed Jerome Powell masih akan memberikan pernyataan yang tegas terkait kebijakan pengetatan suku bunga dengan menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) ke level 5,75 persen satu kali lagi hingga akhir 2023.

"Walau pada FOMC minggu depan The Fed dipekirakan akan mempertahankan suku bunga, namun besar kemungkinan Powell akan memberikan pernyataan yang hawkish," ujar Lukman kepada Bisnis, dikutip Minggu, (17/9/2023).

Pasalnya, tingkat inflasi di Negeri Paman Sam tersebut belum juga menyentuh target 2 persen, sehingga membuka opsi bagi Bank Sentral AS Federal Reserve untuk kembali mengerek suku bunga acuan.

Sebagaimana diketahui, inflasi AS menanjak dari sebelumnya 3,2 persen menjadi 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sedangkan secara bulanan, inflasi AS Agustus 2023 naik dari sebelumnya 0,2 persen menjadi 0,6 persen month-to-month (mtm).   

Meskipun inflasi AS secara keseluruhan mengalami kenaikan, inflasi inti secara yoy mengalami penurunan dari sebelumnya 4,7 persen menjadi 4,3 persen.

"Peluang untuk sekali lagi kenaikan suku bunga dari The Fed hingga akhir tahun telah naik ke kisaran 35 persen, lebih tinggi dari 20 persen pada bulan lalu," kata dia.

Menurutnya, sentimen lain yang perlu diperhatikan investor yang berdampak terhadap harga emas adalah pelambatan ekonomi global, serta permintaan dari Bank Sentral di berbagai negara.

"Menjelang FOMC The Fed pekan depan, harga emas diperkirakan masih akan tertekan hingga US$1.900," pungkas Lukman.

Adapun sebelumnya, emas berjangka naik tipis US$0,30 atau 0,02 persen menjadi US$1.932,80 pada Kamis (14/9) setelah tergelincir US$2,60 atau 0,13 persen menjadi US$1.932,50 pada hari Rabu (13/9), dan merosot US$12,10 atau 0,62 persen menjadi US$1.935,10 pada Selasa (12/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper