Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

XL Axiata (EXCL) Kebut Belanja Modal Semester II/2023, Bakal Ekspansi?

XL Axiata (EXCL) menyampaikan telah menyerap belanja modal Rp3,15 triliun di semester I/2023 dan akan mengebut pengeluaran capex di semester II/2023.
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menyampaikan akan mengebut pengeluaran belanja modal pada semester II/2023. 

Direktur XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan belanja modal di semester I/2023 memang turun, tetapi bukan berarti apa yang dilakukan EXCL berkurang. Sebagaimana diketahui, EXCL mengeluarkan belanja modal sebesar Rp3,15 triliun di semester I/2023, turun 13 persen dari Rp3,61 triliun di semester I/2022.

Menurut Gede, apa yang dilakukan EXCL pada semester I/2023 adalah melanjutkan apa yang dilakukan pada tahun 2022. 

"Kemudian di 2023 kami di semester I/2023 juga fokus meningkatkan kapasitas site yang sudah terpasang dari tahun lalu, sekitar 8.000 site kami lakukan ekspansi di semester I/2023," kata Gede dalam Media Update di XL Axiata Tower, Senin (31/7/2023). 

Dia melanjutkan, banyak pembangunan site baru akan dimulai di semester II/2023. Dengan demikian, strategi EXCL adalah meningkatkan kapasitas produksi yang sudah ada.

"Jadi new site sangat banyak, untuk memastikan, karena lebaran kita tahun depan kan agak maju. Jadi kami semester II/2023 sudah menyiapkan untuk lebaran tahun depan," ucap Gede.

Menurutnya, jumlah site baru yang akan dibangun EXCL tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. "Tambahan new site tahun ini paling besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kita bisa bangun 1.500, 2.000, dan 2.500. Tahun ini dua kali lipat," kata dia.

Sebagaimana diketahui, EXCL mencatatkan total pendapatan sebesar Rp15,78 triliun di semester I/2023, atau tumbuh sebesar 12 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu (YoY). Pendapatan ini sebagian besar didorong oleh pendapatan data dan layanan digital yang mencapai Rp14,41 trilun, atau sekitar 91 persen dari total pendapatan.

Pertumbuhan yang ditambah dengan pengelolaan biaya tersebut membuat EBITDA EXCL tumbuh 14 persen YoY dengan margin yang meningkat ke 49 persen, menjadi Rp7,65 triliun. Selain itu, EXCL juga membukukan pertumbuhan laba bersih setelah dinormalisasi (NPAT), yaitu sebesar Rp658 miliar.

EXCL juga tercatat menutup semester I/2023 dengan total pelanggan sebanyak 58 juta, dengan pencapaian blended ARPU (average revenue per user) yang juga meningkat dari Rp38.000 di periode yang sama tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp41.000. 

Menurut manajemen, meningkatnya blended ARPU ini searah dengan fokus perusahaan untuk meraih dan mempertahankan pelanggan yang produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper