Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indosat (ISAT) Raih Pendapatan Rp24,76 Triliun, Laba Rp1,9 Triliun Semester I/2023

Pendapatan Indosat (ISAT) pada Januari—Juni 2023 menembus Rp24,67 triliun atau 9,54 persen lebih tinggi daripada semester I/2022 sebesar Rp22,52 triliun.
Logo Indosat Ooredoo Hutchison. Pendapatan Indosat (ISAT) pada Januari—Juni 2023 menembus Rp24,67 triliun atau 9,54 persen lebih tinggi daripada semester I/2022 sebesar Rp22,52 triliun. /Dok. Indosat
Logo Indosat Ooredoo Hutchison. Pendapatan Indosat (ISAT) pada Januari—Juni 2023 menembus Rp24,67 triliun atau 9,54 persen lebih tinggi daripada semester I/2022 sebesar Rp22,52 triliun. /Dok. Indosat

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada semester I/2023, meskipun laba bersih terkoreksi.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2023 yang dirilis ISAT, pendapatan selama Januari—Juni 2023 menembus Rp24,67 triliun atau 9,54 persen lebih tinggi daripada semester I/2022 sebesar Rp22,52 triliun.

Pendapatan Indosat juga tumbuh secara kuartalan sebesar 6,6 persen, dari Rp11,94 persen pada kuartal I/2023 menjadi Rp12,73 triliun pada kuartal II/2023.

Berdasarkan segmen, lini usaha selular berkontribusi sebesar yang berkontribusi 85,82 persen terhadap total pendapatan semester I/2023 menyumbang Rp21,17 triliun atau naik 8,39 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022 sebesar Rp19,53 triliun.

Sementara itu, segmen Multimedia, Komunikasi Data dan Internet (MIDI) yang berkontribusi sebesar 12,3 persen mencetak pertumbuhan 15,7 persen year on year (YoY) menjadi Rp3,02 triliun daripada semester I/2022 sebesar Rp2,61 triliun.

Terakhir adalah segmen telekomunikasi tetap yang tumbuh komunikasi yang tumbuh 25,9 persen secara tahunan menjadi Rp467,81 miliar dibandingkan dengan semester I/2022 sebesar Rp371,52 miliar.

Di tengah pertumbuhan positif top line, beban yang dicatatkan ISAT selama semester I/2023 menembus Rp19,90 triliun atau membengkak 21,18 persen dibandingkan dengan semester I/2022 yang berjumlah Rp16,42 triliun.

Kenaikan beban salah satunya berasal dari peningkatan beban penyusutan dan amortisasi sebesar Rp529,7 miliar atau 7,9 persen lebih tinggi dibandingkan dengan semester I/2022. Hal ini merupakan dampak penyusutan dari tambahan aset tetap yang berasal dari penggelaran jaringan.

Akibatnya, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tergerus 41,46 persen dari Rp3,26 triliun pada paruh pertama 2022 menjadi hanya Rp1,90 triliun di periode yang sama tahun ini.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam konferensi pers kinerja semester I/2023 mengatakan performa pendapatan selama paruh pertama 2023 mengantarkan EBITDA perusahaan ke Rp11,38 triliun atau tumbuh 24 persen YoY. Dia mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi.

“EBITDA margin kami juga membaik menjadi 46,1 persen daripada 40,7 persen pada semester I/2022,” kata Vikram.

Adapun total aset ISAT turun 3,3 persen menjadi Rp109,89 triliun daripada posisi akhir 2022. Penurunan disebabkan oleh berkurangnya aset lancar sebesar 21,9 persen menjadi Rp14,58 triliun karena penurunan kas dan setara kas dan biaya frekuensi dan lisensi yang dibayar di muka akibat amortisasi yang diimbangi dengan peningkatan piutang usaha.

Total liabilitas Indosat juga turun sebesar 4,2 persen menjadi Rp78,82 triliun akibat penurunan liabilitas jangka pendek sebesar 9,2 persen dan liabilitas jangka panjang sebesar 0,4 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper