Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setelah Amman Mineral (AMMN), BEI Rayu Freeport Indonesia IPO

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menggali potensi untuk membawa perusahaan emas Freeport Indonesia melakukan IPO di Bursa.
Bus armor atau kendaraan antipeluru untuk mengangkut karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, sedang diparkir. Bus armor biasanya mengangkut karyawan dari Tembagapura-Timika PP 2 kali sehari./Bisnis-Hendri T. Asworo
Bus armor atau kendaraan antipeluru untuk mengangkut karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, sedang diparkir. Bus armor biasanya mengangkut karyawan dari Tembagapura-Timika PP 2 kali sehari./Bisnis-Hendri T. Asworo

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah mendekati berbagai pihak, termasuk perusahaan penambang tembaga dan emas PT Freeport Indonesia, agar bisa melantai di Bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya terus menggali potensi untuk membawa perusahaan melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa.

"Ada pendekatan ke Freeport? Nanti saya sampaikan, tapi dengan Mandiri Sekuritas, kami menggali potensi di seluruh Indonesia. Termasuk Freeport, semua," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (7/7/2023).

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menuturkan nilai investasi pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menyentuh US$2,2 miliar atau setara Rp33 triliun per Mei 2023.  

Adapun total nilai investasi proyek smelter yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ini mencapai US$33 miliar atau Rp45 triliun. Sampai Mei lalu, pembangunan tersebut juga telah menyerap 15.000 tenaga kerja Indonesia.  

“Melalui proyek smelter ini, kita lakukan hilirisasi untuk penciptaan nilai tambah. Kita ingin Indonesia yang tidak hanya dikenal karena sumber daya alamnya saja, tetapi karena produknya,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Rabu (21/6/2023). 

Berdasarkan laporan yang diterima Bisnis, pembangunan proyek smelter Freeport ini telah mencapai 70,6 persen. Adapun realisasi investasi senilai Rp33 triliun hingga Mei 2023 telah digunakan untuk pemadatan tanah hingga pemasangan tiang pancang. 

Adapun hari ini, Bursa hari ini menggelar pencatatan saham perusahaan emas PT Amman Mineral Indonesia Tbk. (AMMN). AMMN menerbitkan 6,32 miliar saham biasa atau setara 8,8 persen saham ke publik, dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. AMMN menawarkan sahamnya dengan harga sebesar Rp1.695 ke publik. 

Dengan harga tersebut, nilai penawaran umum perdana saham AMMN ini senilai Rp10,73 triliun, yang merupakan IPO terbesar di Indonesia hingga saat ini. 

Melalui perolehan dana dalam IPO, AMMN akan mengalokasikan dana tersebut untuk sejumlah proyek ekspansi. Pertama, dana sebesar Rp1,79 triliun akan digunakan sebagai penyetoran modal kepada PT Amman Mineral Industri (AMIN) untuk membiayai pengeluaran modal atas proyek smelter dan pemurnian logam mulia di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedua, dana sebesar Rp3,05 triliun akan digunakan untuk melunasi utang kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). 

Ketiga, sisa dana akan digunakan untuk penyetoran modal kepada AMNT untuk membiayai pengeluaran modal proyek ekspansi pabrik konsentrator dan proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap di KSB, Provinsi NTB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper