Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BUMN Karya WIKA dan ADHI Dibuka Menguat, PTPP Justru Stagnan

Para emiten BUMN karya seperti WIKA, dan ADHI mengawali paruh kedua 2023 dengan penguatan. Sementara PTPP justru dibuka stagnan pada hari ini.
Karywan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karywan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Para emiten BUMN karya mengawali paruh kedua 2023 dengan pergerakan yang bervariatif. Saham WIKA, dan ADHI terpantau menguat pagi ini, sedangkan PTPP stagnan.

Berdasarkan data RTI pukul 09.15 WIB, saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dibuka menguat 0,99 persen atau naik 5 poin ke level Rp510. Disusul oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) yang naik 0,89 persen atau 4 poin ke level Rp454.

Sementara itu, saham PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) terpantau stagnan di level Rp202. Kemudian saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) telah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak sesi I perdagangan 8 Mei 2023.

Adapun sepanjang semester I/2023 para emiten BUMN karya tersebut kompak mengalami koreksi dan tercatat masih membebani  IDX Infrastructure atau IDXINFRA.

Saham WSKT mengalami koreksi paling dalam dengan penurunan 43,89 persen atau turun 158 poin. Saham WSKT pun membebani IDXINFRA hingga 63,41 persen.

BEI pun telah melakukan suspensi sebanyak dua kali terhadap saham WSKT pada paruh pertama 2023.. Pertama pada 16 Februari 2023, dan kedua pada 8 Mei 2023.

Berikutnya, WIKA terkoreksi hingga 36,88 persen atau turun 295 poin sepanjang semester I/2023. WIKA sendiri membebani IDX Infrastructure hingga 52,60 persen.

Sementara PTPP mengalami koreksi hingga 15,38 persen atau turun 138,67 poin sepanjang semester I/2023. Saham PTPP tercatat membebani IDXINFRA hingga 19,12 persen.

Selanjutnya, saham ADHI terkoreksi hingga 7,02 persen atau turun 34 poin pada semester I/2023. Beban yang diberikan oleh ADHI kepada IDXINFRA pun mencapai 5,94 persen.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut secara teknikal IDXINFRA masih rawan mengalami koreksi untuk menguji rentang 837-843. Proyeksi ini dengan catatan IDXINFRA belum mampu menembus resistance di level 862.

“Secara teknikal kami masih melihat adanya rawan koreksi terlebih dahulu untuk menguji rentang area 837-843 dengan catatan IDXINFRA belum mampu menembus resistance di 862,” tutur Herditya kepada Bisnis, Sabtu (1/7/2023).

Secara jangka pendek MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Buy on Weakness (BoW) untuk beberapa saham. Diantaranya adalah JSMR di rentang Rp3.900-Rp4.000, PTPP Rp620-Rp670, TOWR Rp1.100-Rp1.120, dan MTEL Rp700-Rp730.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper