Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Gudang Garam (GGRM) Merosot setelah Umumkan Rasio Dividen Tertinggi 1 Dekade, Bisa Rebound?

Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) terpantau merosot setelah manajemen mengumumkan pembagian dividen tunai dengan nilai total Rp2,3 triliun.
Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) terpantau merosot setelah manajemen mengumumkan pembagian dividen tunai dengan nilai total Rp2,3 triliun. Bisnis-Dwi Niken Tari
Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) terpantau merosot setelah manajemen mengumumkan pembagian dividen tunai dengan nilai total Rp2,3 triliun. Bisnis-Dwi Niken Tari

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) terpantau merosot setelah manajemen mengumumkan pembagian dividen tunai dengan nilai total Rp2,30 triliun untuk tahun buku 2022. 

Sebagaimana diketahui, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) GGRM pada Senin (26/6/2023) memutuskan pembagian dividen sebesar Rp1.200 per saham. Dividen ini mencerminkan rasio pembayaran sebesar 83 persen atau tertinggi dalam sedekade terakhir.

Meski demikian, saham GGRM terpantau turun 2,71 persen ke Rp27.800 pada penutupan perdagangan kemarin. Sementara itu hari ini, saham GGRM dibuka naik ke Rp27.900, tetapi kemudian terkoreksi 0,63 persen ke Rp27.625 per sahamnya.

Investment Analyst di Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan dividen ini bisa menjadi katalis jangka pendek bagi GGRM, terlebih dengan yield yang ditawarkan saat ini.

“Dalam jangka pendek, dapat menjadi katalis positif, mengingat dividen yield yang diberikan per hari ini sekitar 8 persen, cukup menarik,” kata Fajar, Selasa (27/6/2023).

Meski demikian, dia menilai prospek emiten rokok secara umum masih negatif karena kenaikan cukai rokok tahun ini daripada 2021. Di sisi lain, emiten rokok mulai menghadapi persaingan dari rokok elektrik.

“Saya rekomendasikan wait and see, mengingat secara teknikal masih bergerak sideways,” kata dia.

Sementara itu, Analis Maybank Sekuritas Indonesia Willy Goutama dan Jocelyn Santoso dalam riset yang dipublikasikan akhir Mei 2023 memperkirakan GGRM bisa mencetak pendapatan sebagaimana diperkirakan Maybank tahun ini yakni sebesar Rp145,77 miliar atau naik 16,91 persen YoY. Sementara itu, volume penjualan diestimasi hanya turun sekitar 2 persen pada 2023.

“Kami melihat terdapat kenaikan daya beli pada segmen pasar Gudang Garam dalam lima bulan terakhir karena kenaikan upah minimum,” tulis Willy dan Jocelyn.

Kenaikan harga jual yang telah ditetapkan GGRM diperkirakan akan mengerek penjualan selama semester I/2023 menjadi Rp66,2 triliun atau naik 7 persen YoY dengan EBIT margin menjadi 6,3 persen atau naik 420 basis poin.

Maybank Sekuritas sendiri mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp33.000 untuk saham GGRM. Target ini mengacu pada PER 9,7 kali untuk proyeksi 2023, 1,5 SD di bawah mean 3 tahun. 

“GGRM akan memetik keuntungan dari daya beli yang lebih kuat dari target pasarnya. Namun terdapat risiko penurunan volume jual yang lebih besar dan EBIT margin yang lebih kecil,” tulis mereka.

___


Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper