Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Akibat Rugi Membengkak Grup Astra (ACST) Kencangkan Ikat Pinggang

Emiten konstruksi Grup Astra, PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) tengah berupaya melakukan efisiensi biaya demi mendongkrak kinerja keuangan.
Sebuah crane tengah beroperasi di proyek Wisma Pertamina. Proyek tersebut  digarap oleh PT Acset Indonusa Tbk. pada 2018./acset
Sebuah crane tengah beroperasi di proyek Wisma Pertamina. Proyek tersebut digarap oleh PT Acset Indonusa Tbk. pada 2018./acset

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konstruksi Grup Astra, PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) tengah berupaya melakukan efisiensi biaya demi mendongkrak kinerja keuangan hingga akhir 2023. Adapun Acset mengalami peningkatan rugi 19,36 persen per kuartal I/2023.

Corporate Secretary Acset Kadek Ratih Paramita mengatakan Acset sedang berusaha memperkuat neraca keuangan untuk mendukung operasional ke depan. Hal ini dilakukan dengan mendorong efisiensi biaya.

“[Acset] berupaya terus mengedepankan efisiensi biaya, hal ini sudah terlihat dari angka opex yang menurun,” ujar Kadek kepada Bisnis, Rabu (14/6/2023).

Lebih lanjut, dia mengatakan Acset juga sedang mengupayakan melakukan perbaikan proses bisnis. Acset juga akan turut aktif berpartisipasi berbagai tender dengan menjaga prinsip-prinsip know your customer (KYC).

Per kuartal I/2023 Acset mencatatkan rugi Rp29,86 miliar. Rugi tersebut meningkat 19,36 persen secara YoY. Dari pendapatan Acset mencatatkan Rp360,35 miliar hingga kuartal I/2023. 

Padahal dari sisi pendapatan Acset mencatatkan peningkatan 24,21 persen dari Rp290,11 miliar secara YoY. Meski demikian, beban pokok pendapatan ikut naik 22,05 persen dari Rp284 ,67 menjadi Rp347,44 miliar pada tiga bulan pertama 2023. 

Dia mengatakan hal ini disebabkan oleh siklus proyek yang masih berada tahap awal sehingga belum menghasilkan keuntungan. Peningkatan rugi juga disebabkan oleh kerugian valas yang terjadi per kuartal I/2023.

Demi mencapai kinerja positif pada akhir 2023, Acset berupaya untuk menjalankan prinsip KYC demi menghindari dampak-dampak yang timbul selama proyek berlangsung di masa yang akan datang.

Acset juga akan lebih fokus pada proyek yang sesuai dengan kompetensi dan kapasitas yang dimiliki saat ini. Diantaranya adalah pekerjaan konstruksi di bidang fondasi, struktur/bangunan dan infrastruktur.

Sebagai informasi, Acset mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp1,2 triliun atau naik 46 persen hingga kuartal I/2023.

Beberapa kontrak baru yang diperoleh pada periode tersebut adalah Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi oleh PT Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi, dan pelebaran Tol Cipali oleh PT Lintas Marga Sedaya.

“Semakin meningkatnya kontrak yang diperoleh di awal tahun 2023, ACST akan terus memberikan kontribusi yang lebih besar,” tulis manajemen dikutip melalui situs resmi, Rabu (19/4/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper