Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Direktur Utama Nusatama Berkah Borong 499 Ribu Saham NTBK di Harga Rp50

Direktur Utama PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) Bambang Susilo menambah porsi kepemilikannya di NTBK setelah membeli 499 ribu lembar saham di harga Rp50.
Direktur Utama PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) Bambang Susilo (Kanan) menambah porsi kepemilikannya di NTBK setelah membeli 499 ribu lembar saham di harga Rp50.
Direktur Utama PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) Bambang Susilo (Kanan) menambah porsi kepemilikannya di NTBK setelah membeli 499 ribu lembar saham di harga Rp50.

Bisnis.com, JAKARTA —  Direktur Utama PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) Bambang Susilo menambah porsi kepemilikannya di NTBK setelah membeli 499 ribu lembar saham lewat pasar negosiasi pada 19 Mei lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) Bambang mengakumulasi 499.000 saham dengan harga Rp50 per saham. Alhasil dia menggelontorkan dana sebesar Rp24.950.000 (Rp24,95 juta) untuk menambah kepemilikan sahamnya di NTBK.

Melalui transaksi ini kepemilikan Bambang di NTBK menjadi 100,72 juta saham atau setara 3,77 dari sebelumnya 100,22 juta lembar atau 3,70 persen. Adapun, transaksi tersebut berlangsung pada 19 Mei 2023.

"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi," kata Bambang dalam keterangan resminya, Selasa (23/5/2023).

Adapun Bambang Suilo menjabat sebagai Direktur Utama NTBK sejak tahun 2009. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Cipta Intrasarana dari tahun 2004 hingga 2009. Pria lulusan Mechanical Engineering ITB tahun 1989 ini memulai karirnya sebagai engineer di PT United Tractors Pandu Engineering pada tahun 1989.

Terpantau pada perdagangan Selasa (23/5/2023), saham NTBK masih stagnan di level 51. Sejak Juli 2022 emiten ini memang betah di level gocapan. Merosot jauh dari harga tertingginya di posisi 135 pada Februari 2022.

Sebagai informasi, NTBK resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (9/2/2022). Pada hari pertamanya itu, saham emiten berticker NTBK ini naik 35 poin atau 35 persen sehingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) ke harga Rp135 per saham.

Pada IPO tersebut, NTBK menawarkan sebanyak 700 juta saham atau sekitar 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp100 per sahamnya. Dengan itu, dana yang terhimpun dari masyarakat melalui Penawaran Umum ini adalah senilai Rp70 miliar.

Dana yang terhimpun dari Penawaran Umum ini akan digunakan oleh perseroan untuk meningkatkan performa perusahaan, antara lain untuk modal kerja, pembelian mesin dan perluasan area produksi. Rencana tersebut diharapkan untuk mendorong kinerja perusahaan dan meningkatkan penjualan Nusatama Special Vehicle.

Nusatama Special Vehicle didirikan pada tahun 2009 oleh Bambang Susilo dan Ismu Prasetyo. Dimulai dari pembuatan dump truck sederhana dan sarana kendaraan pendukung untuk pabrikan lainnya, hingga pada 2009, keduanya memutuskan untuk mendirikan Nusatama Berkah yang berfokus pada kendaraan-kendaraan khusus yang menggunakan teknologi terbaru dengan rekayasa teknik tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper